Berita

BMKG Prediksi Sejumlah Wilayah Indonesia Masih Akan Diguyur Hujan Lebat

14
×

BMKG Prediksi Sejumlah Wilayah Indonesia Masih Akan Diguyur Hujan Lebat

Sebarkan artikel ini
daerah-mana-saja-yang-masih-berpotensi-hujan-di-awal-juni?
daerah mana saja yang masih berpotensi hujan di awal juni?

Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi sejumlah wilayah di Indonesia masih berpotensi dilanda hujan lebat pada periode awal Juni. Padahal, saat ini musim kemarau terpantau semakin meluas di berbagai daerah.

Berdasarkan analisis terkini, terdapat indikator iklim global berupa kondisi El Niño di Samudra Pasifik. Fenomena ini ditandai dengan indeks Niño 3.4 sebesar +0,67 dan nilai SOI sebesar -14,7.

BMKG menyebut kondisi iklim tersebut umumnya berdampak pada pengurangan potensi curah hujan di sebagian besar wilayah Indonesia.

“Meskipun demikian, dinamika atmosfer skala regional masih berpotensi mendukung pertumbuhan awan hujan di beberapa wilayah, khususnya di Indonesia bagian utara dan timur,” kata BMKG dalam laporan Potensi Hujan Indonesia Sepekan ke Depan Periode 2-8 Juni.

Laporan tersebut menjelaskan bahwa dalam sepekan ke depan, aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) diprediksi berada pada fase 7 (Western Pacific) hingga fase 8 (Western Hemisphere and Africa). Dengan posisi tersebut, MJO dinilai kurang memberikan pengaruh signifikan terhadap wilayah Indonesia.

Kendati demikian, BMKG memprediksi Gelombang Kelvin yang bergerak ke arah timur akan aktif di wilayah Sumatra bagian utara, pesisir selatan Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Sulawesi bagian utara hingga tengah, Maluku Utara, dan Papua Barat Daya.

Selain itu, Gelombang Rossby Ekuatorial yang bergerak ke arah barat juga diprediksi masih aktif. Gelombang ini berpotensi mendukung pertumbuhan awan hujan di wilayah Sumatra bagian utara, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Kalimantan bagian utara.

BMKG juga mencatat adanya potensi pembentukan sirkulasi siklonik di Laut Cina Selatan dan Samudra Pasifik utara Papua. Sistem tersebut memicu munculnya daerah konvergensi dan konfluensi yang memanjang di Laut Cina Selatan, Samudra Pasifik utara Papua, serta di sekitar sistem sirkulasi tersebut.

Pihaknya menegaskan bahwa sederet aktivitas gelombang atmosfer dan sirkulasi siklonik ini perlu diwaspadai karena dapat meningkatkan potensi hujan di sebagian wilayah Indonesia.

Terkait intensitas curah hujan, beberapa wilayah diprediksi mengalami hujan lebat hingga sangat lebat. Kondisi tersebut diperkirakan terjadi di Jawa Barat pada periode 2-4 Juni, serta Papua Pegunungan pada 5-8 Juni.

Sementara itu, untuk hujan dengan intensitas sedang pada periode 2-4 Juni meliputi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Kepulauan Bangka Belitung, Banten, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, dan Kalimantan Selatan.

Potensi serupa juga mencakup wilayah Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua.

Sedangkan untuk periode 5-8 Juni, hujan intensitas sedang berpotensi mengguyur Aceh, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Bangka Belitung, DKI Jakarta, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara.

Potensi serupa juga diperkirakan terjadi di Sulawesi Utara, Sulawesi Barat, Gorontalo, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, dan Papua Selatan.