Ecozone

IHSG Anjlok 2,71 Persen ke Level 6.147 pada Sesi Pertama

19
×

IHSG Anjlok 2,71 Persen ke Level 6.147 pada Sesi Pertama

Sebarkan artikel ini
a4e5f0ac0cbcb798c3078145f36e10ec.jpg
a4e5f0ac0cbcb798c3078145f36e10ec.jpg

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan hebat pada perdagangan sesi pertama, Kamis (21/5/2026), dengan terkoreksi tajam sebesar 2,71 persen ke level 6.147. Performa negatif ini terjadi setelah indeks sempat mencoba menguat di awal pembukaan perdagangan ke posisi 6.366,4.

Data Bursa Efek Indonesia menunjukkan seluruh sektor indeks berakhir di zona merah. Pelemahan terdalam dicatatkan oleh sektor barang baku (IDXBASIC) yang terjun bebas hingga 6,34 persen. Selain itu, sektor energi turut anjlok 4,99 persen, diikuti sektor transportasi dan logistik sebesar 4,70 persen, serta sektor perindustrian yang turun 4 persen.

Gejolak pasar modal ini dipicu oleh kombinasi sentimen kebijakan domestik dan langkah moneter Bank Indonesia. Keputusan Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan (BI Rate) sebesar 50 basis poin (bps) ke level 5,25 persen menjadi sorotan utama, lantaran angka tersebut melampaui ekspektasi konsensus pasar yang memprediksi kenaikan di angka 5 persen. Meski membebani pasar saham, kenaikan suku bunga ini berhasil mendorong penguatan nilai tukar rupiah sebesar 0,29 persen ke level Rp17.654 per dolar AS.

Di sisi lain, investor merespons pidato Presiden Prabowo Subianto dalam Rapat Paripurna DPR terkait Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) RAPBN 2027. Dalam pidatonya, pemerintah menegaskan rencana kebijakan ekspor komoditas Sumber Daya Alam (SDA) melalui penunjukan BUMN sebagai pengekspor tunggal. Presiden juga menginstruksikan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) untuk menurunkan suku bunga kredit bagi masyarakat kecil.

Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, menyebutkan bahwa pasar cenderung bergerak fluktuatif merespons kebijakan tersebut. Tekanan pada IHSG ini merupakan kelanjutan tren negatif yang sudah terjadi sejak perdagangan Rabu (20/5/2026), di mana indeks ditutup melemah di level 6.318,5. Investor kini tengah memantau stabilitas ekonomi di tengah pengetatan kebijakan moneter dan perubahan regulasi ekspor nasional.

0ec8a44aa27936c65b2ce749349d4844.jpg
Ecozone

Fenesia – JAKARTA. PT RMK Energy Tbk (RMKE), emiten penyedia jasa logistik batubara terintegrasi dan perdagangan batubara, menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang bertempat di Jakarta pada Kamis (21/5). Dalam RUPST ini, para pemegang saham menyetujui seluruh agenda rapat, termasuk pengesahan laporan tahunan RMKE untuk tahun buku 2025 serta penggunaan laba bersih perusahaan. Salah satu agenda utama…

1cd0976c38f770083b7337654f97a772.jpg
Ecozone

Fenesia – JAKARTA. Kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) sebesar 50 basis poin menjadi 5,25% diperkirakan menambah tekanan bagi emiten properti sepanjang sisa 2026. Tekanan datang dari kombinasi bunga tinggi dan pelemahan rupiah yang masih bertahan di kisaran Rp 17.600 per dolar Amerika Serikat (AS). Rupiah pada perdagangan terakhir ditutup di level Rp 17.654 per dolar AS atau menguat tipis 0,29% dibanding sehari sebelumnya….

159b4b46f901e7419491e41d3bd9f2d4.jpg
Ecozone

Fenesia – JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ditutup di zona merah, melanjutkan pelemahan selama tujuh hari berturut-turut. Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI) via RTI, IHSG melemah 0,81% atau terpangkas 52,17 poin ke level 6.318,5 pada penutupan perdagangan, Rabu (20/5/2026). Sepanjang perdagangan IHSG bergerak di level terendah 6.215 dan level tertinggi 6.459. Baca Juga: IHSG Anjlok 6 Hari Beruntun, Cermati Fenesia…