Ecozone

Presiden Prabowo Paparkan Asumsi Dasar Ekonomi Makro dalam RAPBN 2027

11
×

Presiden Prabowo Paparkan Asumsi Dasar Ekonomi Makro dalam RAPBN 2027

Sebarkan artikel ini
5e99ff4f520caf5bb2444c631468e814.jpg
5e99ff4f520caf5bb2444c631468e814.jpg

Jakarta – Pemerintah menetapkan target nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat di kisaran Rp 16.800 hingga Rp 17.500 dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027. Angka ini mencerminkan langkah antisipatif pemerintah terhadap dinamika ekonomi global di masa mendatang.

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan target tersebut dalam Rapat Paripurna DPR RI yang membahas Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal 2027, Rabu, 20 Mei 2026. Proyeksi ini menunjukkan kenaikan dibandingkan target kurs dalam APBN 2026 yang sebelumnya dipatok pada angka Rp 16.500 per dolar AS.

“Strategi fiskal dan moneter kita harus mampu menjaga nilai tukar agar tetap stabil,” ujar Prabowo di hadapan para anggota dewan.

Selain nilai tukar, pemerintah mematok target pertumbuhan ekonomi yang cukup ambisius pada rentang 5,8 hingga 6,5 persen. Sementara itu, pengendalian inflasi ditargetkan berada pada rentang 1,5 hingga 3,5 persen untuk menjaga daya beli masyarakat.

Untuk mendukung stabilitas pasar keuangan, pemerintah menetapkan suku bunga Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun di level 6,5 hingga 7,3 persen. Kebijakan ini diharapkan mampu menarik minat investor di tengah tantangan ekonomi global.

Sektor energi juga menjadi fokus utama dalam asumsi makro tahun 2027. Harga minyak mentah Indonesia (ICP) diproyeksikan berada di kisaran US$ 70 hingga 95 per barel.

Pemerintah turut menargetkan produksi minyak (lifting) sebesar 602 hingga 615 ribu barel per hari. Adapun untuk lifting gas bumi, pemerintah memasang target di angka 934 hingga 977 ribu barel setara minyak per hari. Seluruh target makro ini menjadi pedoman strategis pemerintah dalam menyusun postur anggaran tahun 2027.

8bc414f5193ccda4e39765fcf59c8da0.jpg
Ecozone

Fenesia – JAKARTA. PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) memutuskan untuk melakukan pembelian kembali (buyback) saham sebanyak-banyaknya sebesar Rp 250 miliar. Aksi korporasi tersebut dimulai dari hari ini (20/5/2026) hingga 19 Agustus 2026. Dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), buyback saham ini dilatarbelakangi oleh tren harga saham CBDK yang secara year to date (ytd) hingga 19 Mei 2026 mengalami penurunan di kisaran…