Berita

Pakar Peringatkan Bahaya Menjalin Persahabatan dengan Beruang Liar di Dunia Nyata

12
×

Pakar Peringatkan Bahaya Menjalin Persahabatan dengan Beruang Liar di Dunia Nyata

Sebarkan artikel ini
apakah-manusia-bisa-hidup-bersama-beruang-seperti-masha-and-the-bear?
apakah manusia bisa hidup bersama beruang seperti masha and the bear?

Jakarta – Serial animasi populer asal Rusia, Masha and the Bear, menyuguhkan kisah persahabatan unik antara seorang anak perempuan bernama Masha dan seekor beruang bernama Mishka. Meski terlihat menggemaskan di layar kaca, para ahli menegaskan bahwa hubungan antara manusia dan beruang di dunia nyata sangat berbahaya.

Dalam serial tersebut, Masha digambarkan sebagai anak yang aktif dan riang, sementara Mishka berperan sebagai pelindung layaknya sosok ayah. Persahabatan keduanya bermula dari pertemuan tidak sengaja saat Masha masuk ke rumah Mishka.

Namun, pakar konservasi dan peneliti satwa liar sepakat bahwa beruang tetaplah hewan liar. Profesor ekologi dari Ben-Gurion University of The Negev, Oded Berger-Tal, menegaskan bahwa manusia tidak bisa menjalin persahabatan dengan beruang.

“Beruang adalah hewan liar, dan konsep persahabatan adalah konstruksi manusia,” ujar Berger-Tal.

Ia menjelaskan, beruang yang tampak jinak biasanya hanya mengasosiasikan manusia dengan sumber makanan, bukan karena ikatan emosional. Berger-Tal memperingatkan bahwa beruang yang terlihat ramah bisa saja menyerang manusia kapan pun karena naluri alaminya.

Sebagai contoh, ia merujuk pada kasus aktivis Timothy Treadwell yang tewas dimangsa beruang grizzly di Alaska setelah bertahun-tahun merasa memiliki ikatan dengan hewan tersebut. Menurutnya, habituasi atau pembiasaan beruang terhadap manusia justru membahayakan nyawa beruang itu sendiri, karena mereka sering kali harus ditembak mati setelah menyerang manusia.

Di sisi lain, terdapat pandangan berbeda dari Gordon M. Burghardt, profesor psikologi dan biologi ekologi di University of Tennessee. Ia menyebut ikatan lintas spesies mungkin terjadi, terutama pada beruang yang dibesarkan dalam penangkaran.

“Bonding yang erat memang mungkin terjadi, dan ikatan ini bisa bertahan hingga beruang dewasa,” ungkap Gordon.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Great Bear Foundation, Shannon Donahue, menyoroti sifat dasar beruang yang memiliki rasa ingin tahu tinggi dan kemampuan beradaptasi. Namun, ia tetap memperingatkan risiko besar dari proses habituasi.

“Ketika kita mendekati beruang untuk memotretnya, atau membiarkan mereka menggerayangi area berkemah kita, kita memberi kesan palsu bahwa mereka bisa dekat dengan manusia tanpa bahaya,” tegas Donahue.