Jakarta – CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, menyebut saat ini merupakan momentum yang tepat untuk melirik saham sektor perbankan di Bursa Efek Indonesia (BEI). Ia menilai harga saham perbankan domestik saat ini masih berada di level undervalued atau di bawah harga wajar dengan nilai Price to Book Value (PBV) yang tercatat masih di bawah 1 kali.
Menurut Rosan, dalam kondisi pasar yang normal, valuasi saham perbankan seharusnya mampu bergerak di kisaran 2 hingga 3 kali PBV. Oleh karena itu, ia meyakini terdapat potensi keuntungan atau upside yang signifikan bagi para investor yang masuk ke pasar modal saat ini.
Meski Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat mengalami fluktuasi, Rosan menegaskan bahwa fundamental emiten di Indonesia tetap solid. Ia menekankan bahwa volatilitas harga di pasar saham adalah hal yang wajar dan tidak mengganggu daya tarik imbal hasil yang ditawarkan oleh perusahaan-perusahaan di bursa.
Keyakinan Rosan terhadap prospek pasar modal diperkuat dengan pertumbuhan jumlah investor ritel yang sangat pesat. Hingga saat ini, jumlah investor ritel telah mencapai 26 hingga 27 juta pihak, melonjak drastis dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di angka 20 juta.
Ia menilai penambahan sekitar 6 juta investor baru tersebut merupakan cerminan dari meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap masa depan pasar modal Indonesia. Pertumbuhan ini dianggap sebagai bukti logis bahwa pasar domestik memiliki prospek yang menjanjikan bagi investor jangka menengah hingga panjang.
Keberhasilan peningkatan jumlah investor ini tidak terlepas dari masifnya upaya edukasi yang dilakukan oleh BEI dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Edukasi tersebut menyasar berbagai lapisan masyarakat, terutama kalangan muda, untuk memahami bahwa investasi saham adalah instrumen yang tepat guna mendukung pertumbuhan ekonomi sekaligus memberikan imbal hasil yang optimal.
Pernyataan ini disampaikan Rosan dalam kunjungan kerjanya bersama jajaran pejabat Danantara ke Gedung BEI pada Selasa (19/5). Pertemuan tersebut turut dihadiri oleh Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi, serta jajaran direksi BEI.
Adapun pada perdagangan Selasa (19/5), IHSG sempat ditutup melemah 3,08 persen ke posisi 6.396,27. Meski demikian, Rosan tetap optimistis bahwa fundamental perusahaan yang kuat akan menjadi jangkar bagi ketahanan pasar modal Indonesia ke depannya.







