News

Rakernas XVIII APEKSI Hasilkan Sepuluh Rekomendasi Strategis untuk Pembangunan Kota

7
×

Rakernas XVIII APEKSI Hasilkan Sepuluh Rekomendasi Strategis untuk Pembangunan Kota

Sebarkan artikel ini
7b166edb651c1d0934582e7fa0a02da8.jpg
7b166edb651c1d0934582e7fa0a02da8.jpg

Medan, Fenesia.com – Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) resmi melahirkan sepuluh rekomendasi strategis untuk memperkuat ketahanan kota di Indonesia.

Kesepuluh poin krusial tersebut disepakati dalam forum puncak yang berlangsung di Kota Medan, Kamis (3/7/2026).

Rekomendasi ini disusun sebagai respons atas dinamika tantangan pembangunan perkotaan yang semakin kompleks.

Agenda utama yang disepakati mencakup penguatan kapasitas fiskal serta reformasi hubungan keuangan antara pemerintah pusat dan daerah.

Pemerintah kota juga mendesak adanya penataan kebijakan terkait Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Fleksibilitas belanja daerah menjadi poin penting agar pemerintah kota mampu merespons kebutuhan masyarakat secara lebih tangkas.

Selain itu, rekomendasi tersebut menekankan pentingnya penguatan tata kelola program strategis nasional agar berjalan selaras di tingkat daerah.

Percepatan pembangunan infrastruktur dan konektivitas antarwilayah juga menjadi prioritas utama.

Transformasi tata kelola pemerintahan melalui digitalisasi layanan publik ditargetkan untuk meningkatkan efisiensi birokrasi di setiap kota.

Di sektor lingkungan, Rakernas XVIII APEKSI berkomitmen memperkuat ketahanan lingkungan demi mewujudkan konsep kota berkelanjutan.

Penguatan ekonomi lokal dan pembangunan yang inklusif turut menjadi fokus dalam draf rekomendasi tersebut.

Pemerintah kota juga sepakat meningkatkan kerja sama antardaerah dan penataan ruang yang lebih terintegrasi.

Aspek kepastian hukum dan advokasi regulasi menjadi poin kesembilan dalam daftar rekomendasi tersebut.

Terakhir, pemerintah kota berkomitmen melibatkan generasi muda secara aktif dalam pembangunan kota yang berkelanjutan.

Direktur Eksekutif APEKSI, Alwis Rustam, menyatakan bahwa sepuluh rekomendasi ini adalah hasil konsolidasi mendalam dari seluruh rangkaian forum selama Rakernas.

“Pemerintah kota memiliki pengalaman langsung dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan, sehingga masukan yang dirumuskan dalam Rakernas diharapkan menjadi bagian dari penguatan kebijakan nasional,” ujarnya dikutip dari laman resmi organisasi, Kamis (3/7/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Kota Tangguh, Bangsa Berdaulat” ini telah berlangsung sejak 28 Juni hingga 4 Juli 2026.

Forum ini tidak hanya berfokus pada diskusi kebijakan, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi melalui berbagai agenda pendukung.

Rangkaian acara meliputi Youth City Changers (YCC), Ladies Program, hingga berbagai forum teknis seperti Bappeda, lingkungan hidup, dan pangan.

Tercatat sebanyak 88 wali kota beserta jajaran delegasi lainnya hadir mewakili 98 kota anggota APEKSI di seluruh penjuru Tanah Air.

Penyelenggaraan Rakernas di Medan ini juga memberikan dampak ekonomi signifikan melalui kehadiran ribuan peserta.

Pemerintah Kota Medan mengestimasi perputaran ekonomi selama kegiatan berlangsung mencapai Rp 72 miliar.

Angka tersebut didorong oleh keterlibatan 375 pelaku UMKM dalam ajang Indonesia City Expo serta ribuan peserta karnaval budaya.

Sepuluh rekomendasi ini nantinya akan menjadi agenda advokasi APEKSI kepada pemerintah pusat.

Langkah ini mencerminkan komitmen kolektif pemerintah kota untuk menciptakan wilayah yang lebih tangguh, inklusif, dan berdaya saing global.