Tuban – Polri memperkuat sektor ketahanan pangan nasional dengan membangun 28 gudang penyimpanan hasil panen yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia. Langkah strategis ini dilakukan untuk menjaga stabilitas pasokan bahan pangan serta memaksimalkan produktivitas hasil tani masyarakat.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan, saat ini pihaknya telah merampungkan pembangunan 18 gudang di lahan milik Polri yang mencakup 12 provinsi. Pembangunan ini terlaksana berkat sinergi dengan Perum Bulog dalam mengantisipasi potensi peningkatan volume panen di tingkat petani.
Dalam acara panen raya jagung serentak di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Presiden Prabowo Subianto memimpin langsung prosesi peletakan batu pertama atau groundbreaking untuk 10 gudang tambahan. Dengan tambahan tersebut, total infrastruktur pendukung pangan yang dimiliki Polri akan mencapai 28 unit.
Setiap unit gudang yang dibangun dirancang memiliki kapasitas tampung mencapai 1.000 ton. Khusus untuk satu gudang utama, Polri menyiapkan kapasitas penyimpanan hingga 10.000 ton yang ditargetkan selesai pada Juni 2026.
Menurut Kapolri, fasilitas penyimpanan ini tidak hanya difungsikan untuk menampung jagung, tetapi juga beras dan berbagai komoditas pangan lainnya. Kehadiran gudang tersebut diharapkan mampu menjaga ketersediaan stok pangan saat terjadi surplus panen di daerah.
Polri berkomitmen penuh untuk mengawal ekosistem pertanian secara menyeluruh dari hulu hingga hilir. Pendampingan tersebut meliputi penyiapan lahan, penyediaan bibit, masa perawatan, hingga memastikan penyerapan hasil panen berjalan optimal demi kesejahteraan petani.














