Jakarta – Ketua Tim Pengarah Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera, Pratikno, menegaskan bahwa pemulihan ekonomi penyintas dan mitigasi risiko bencana lanjutan menjadi prioritas utama pada fase transisi pascabencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Pratikno menyampaikan hal tersebut usai rapat bersama Ketua Satgas PRR Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Selasa (12/5/2026). Ia menjelaskan bahwa pemulihan ekonomi akan dilakukan secara paralel dengan sejumlah rencana aksi prioritas.
Menurut Pratikno, langkah-langkah yang akan diambil meliputi normalisasi sungai, pemulihan lahan sawah dan tambak, perbaikan jalur logistik, penguatan aktivitas ekonomi masyarakat, serta pelaksanaan program padat karya. Skema ini disiapkan untuk mengantisipasi dampak lanjutan pascabencana, termasuk banjir susulan akibat sungai yang belum sepenuhnya dinormalisasi.
Pratikno yang juga menjabat sebagai Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan menegaskan, “Kebutuhan mendesak masyarakat terus kami jaga supaya bisa terpenuhi sebaik-baiknya. Selain itu, kami juga harus kembali memfasilitasi kehidupan ekonomi masyarakat, mulai dari menjaga jalur logistik, pertanian, perikanan, hingga perdagangan dan UMKM.”
Selain pemulihan ekonomi, percepatan perbaikan infrastruktur fisik juga menjadi fokus utama pada fase transisi pemulihan. Pratikno menilai bahwa infrastruktur yang diperbaiki harus lebih kuat untuk menghadapi potensi bencana hidrometeorologi di masa mendatang.
Ia menambahkan, “Kita harus mengawal infrastruktur fisik jangan sampai nanti tidak kokoh dalam menghadapi perubahan iklim ke depan.”
Senada dengan Pratikno, Tito Karnavian menegaskan bahwa percepatan pemulihan ekonomi dan penguatan infrastruktur sangat penting agar masyarakat terdampak dapat kembali beraktivitas sosial dan ekonomi secara normal. Menurut Tito, langkah tersebut juga diperlukan untuk mengurangi risiko dampak bencana susulan di masa mendatang.
“Terutama yang kita prioritaskan adalah infrastruktur. Seperti tadi disampaikan Ketua Tim Pengarah Satgas PRR Pratikno, normalisasi sungai menjadi prioritas, kemudian jalan, jembatan, perdagangan, pertanian, pertambakan, dan sektor ekonomi,” ujar Tito.
Tito menambahkan bahwa Satgas PRR juga akan mempercepat pembangunan hunian tetap (huntap) di tiga daerah terdampak. Tujuannya agar penyintas tidak terlalu lama tinggal di hunian sementara (huntara) dan dapat segera menata kembali kehidupan secara lebih layak dan berkelanjutan.
“Kemudian huntap juga penting supaya masyarakat tidak terlalu lama di huntara,” pungkas Tito.














