Jakarta – Pemerintah Indonesia dan Belarus resmi menetapkan peta jalan kerja sama ekonomi periode 2026–2030 sebagai landasan utama untuk mempererat hubungan bilateral, khususnya di sektor perdagangan, industri, dan investasi.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa dokumen Roadmap of Developing Key Areas of Cooperation between Belarus and Indonesia for 2026–2030 akan menjadi panduan strategis bagi kedua negara. Kesepakatan ini sekaligus menjadi capaian penting menjelang kunjungan Presiden Belarus ke Indonesia.
Kerja sama industri dan teknologi menjadi fokus utama dalam kemitraan ini. Airlangga mengungkapkan, Indonesia tengah menjajaki rencana perakitan mesin bersama (joint assembly machineries) sebagai bagian dari upaya transfer teknologi dan peningkatan kapasitas industri nasional.
“Indonesia memandang Belarus sebagai mitra strategis dalam penguatan sektor alat berat, kendaraan komersial, pupuk, hingga mesin pertanian,” ujar Airlangga dalam keterangan tertulis, Sabtu (16/5/2026).
Potensi kolaborasi ini didukung oleh tren perdagangan yang menunjukkan kinerja positif. Nilai perdagangan kedua negara tercatat melonjak hingga 72,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan angka mencapai US$ 221 juta.
Deputi Perdana Menteri Belarus Viktor Karankevich menegaskan, pihaknya siap memperkuat sinergi melalui pembentukan Dewan Bisnis Indonesia–Belarus. Langkah ini dinilai krusial untuk mengoptimalkan manfaat dari perjanjian perdagangan bebas Indonesia dengan Uni Ekonomi Eurasia (Indonesia–EAEU FTA) yang akan ditandatangani pada Desember 2025 mendatang.
Selain sektor industri, kedua negara sepakat meningkatkan kerja sama di bidang ketahanan pangan melalui mekanisasi pertanian modern. Belarus bahkan telah mengundang pelaku usaha Indonesia untuk meninjau langsung kapabilitas manufaktur dan fasilitas industri di negara tersebut.
Pemerintah Indonesia juga memanfaatkan momentum ini untuk memperluas akses pasar ekspor bagi produk-produk unggulan nasional, seperti karet, kakao, kopi, dan produk perikanan ke wilayah Eropa Timur.
Tidak hanya sebatas pada sektor ekonomi, kemitraan Indonesia dan Belarus juga mencakup penguatan di bidang kesehatan, pendidikan, riset, budaya, hingga pariwisata. Sinergi ini diharapkan memberikan dampak ekonomi yang konkret bagi kesejahteraan masyarakat kedua negara.














