Ecozone

Volatilitas Saham Perbankan Masih Tinggi, Investor Diminta Tetap Waspada

65
×

Volatilitas Saham Perbankan Masih Tinggi, Investor Diminta Tetap Waspada

Sebarkan artikel ini
282d34d071c066d2c516757a7156c165.jpg
282d34d071c066d2c516757a7156c165.jpg

Jakarta – Saham-saham perbankan berkapitalisasi besar atau big banks diproyeksikan masih akan bergerak fluktuatif sepanjang pekan depan. Gejolak ini dipicu oleh penyesuaian portofolio investor asing pasca pengumuman rebalancing indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI).

Dalam sepekan terakhir, harga saham big banks kompak melemah. Pada penutupan perdagangan Rabu (13/5/2026), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) turun 0,94% ke level Rp 4.200, sementara PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) melemah 3,1% ke posisi Rp 3.120 per saham. Kondisi serupa terjadi pada PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) yang turun 1,02% ke harga Rp 3.870 dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang terkoreksi 0,41% ke level Rp 6.100.

Meskipun harga saham melandai, pola transaksi investor asing menunjukkan perbedaan arah. BBNI dan BBRI tercatat masih mengumpulkan aksi beli bersih atau net buy masing-masing sebesar Rp 44,59 miliar dan Rp 120,8 miliar dalam sepekan terakhir. Sebaliknya, BMRI dan BBCA justru mengalami tekanan jual dengan catatan net sell asing mencapai Rp 1,41 triliun dan Rp 245,9 miliar.

Senior Analis Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menyatakan bahwa efek rebalancing MSCI memaksa investor asing untuk melakukan penyesuaian posisi investasi mereka. Kondisi ini membuat saham-saham perbankan besar tetap terdampak meski tidak ada satu pun dari keempat bank tersebut yang didepak dari MSCI Global Standard Index.

Nafan memprediksi volatilitas harga saham big banks baru akan mereda menjelang akhir Mei 2026. Oleh karena itu, ia menyarankan investor untuk tetap tenang dan memanfaatkan momentum pelemahan harga saat ini dengan strategi akumulasi bertahap.

Menurut Nafan, fundamental keempat bank tersebut tetap kokoh dan likuiditasnya terjaga, mengingat sektor ini merupakan pilar utama penopang Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Analis tersebut menetapkan target harga jangka menengah untuk keempat saham tersebut, yakni BBCA di level Rp 8.350, BBRI di Rp 3.670, BBNI di Rp 4.520, serta BMRI di angka Rp 5.650.