Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan hebat sepanjang perdagangan periode 11 hingga 13 Mei 2026. Pelemahan pasar saham domestik ini dipicu oleh sentimen negatif pasca pengumuman rebalancing indeks MSCI yang mendepak sejumlah emiten besar dari daftar konstituennya.

Akibat sentimen tersebut, IHSG ditutup melemah 3,53 persen ke level 6.723,32. Kapitalisasi pasar bursa pun tergerus hingga Rp581 triliun, menyusut dari Rp12.406 triliun menjadi Rp11.825 triliun dalam sepekan.

Koreksi tajam dialami oleh sejumlah saham berkapitalisasi besar. PT Sillo Maritime Perdana Tbk. (SHIP) memimpin daftar saham paling tertekan dengan anjlok 37,54 persen ke level Rp2.180 per saham.

Menyusul di belakangnya adalah PT Prime Agri Resources Tbk. (SGRO) yang ambles 24,15 persen ke posisi Rp3.140, serta emiten properti PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) yang terkoreksi 24,11 persen menjadi Rp850 per saham.

Daftar saham dengan penurunan terdalam (top losers) juga diisi oleh emiten grup Prajogo Pangestu lainnya, yakni PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) yang melemah 21,95 persen dan PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) yang turun 21,82 persen.

Berikut daftar 10 saham dengan pelemahan terdalam periode 11-13 Mei 2026:
1. SHIP: -37,54% (Rp2.180)
2. SGRO: -24,15% (Rp3.140)
3. CUAN: -24,11% (Rp850)
4. BREN: -21,95% (Rp3.200)
5. TPIA: -21,82% (Rp4.300)
6. DSSA: -20,99% (Rp1.035)
7. MSJA: -20,38% (Rp418)
8. TALF: -19,66% (Rp715)
9. MAIN: -19,22% (Rp412)
10. BANK: -19,00% (Rp486)

Sekretaris Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI), Kautsar Primadi Nurahmad, mencatat penurunan tidak hanya terjadi pada harga saham, tetapi juga pada aktivitas perdagangan. Rata-rata volume transaksi harian merosot 22,01 persen menjadi 35,76 miliar lembar saham.

Selain itu, nilai transaksi harian turut tergerus 18,78 persen menjadi Rp18,82 triliun. Investor asing terpantau terus melakukan aksi lepas saham dengan mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp1,53 triliun pada perdagangan Rabu (13/5/2026), menambah total jual bersih sepanjang tahun 2026 menjadi Rp40,82 triliun.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Segala bentuk keuntungan maupun kerugian yang timbul menjadi tanggung jawab masing-masing investor.

83175 mtwzykyk00gmmtal3n5kvxmf79fnutdz

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *