TEHRAN – Pemerintah Iran memastikan Selat Hormuz kini dibuka kembali untuk seluruh lalu lintas kapal komersial seiring dengan berlakunya gencatan senjata antara Israel dan Lebanon. Kebijakan ini akan tetap dipertahankan selama masa jeda konflik yang disepakati tersebut.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyatakan bahwa kapal-kapal komersial diizinkan melintasi jalur pelayaran strategis tersebut dengan mengikuti prosedur koordinasi yang telah ditetapkan oleh Organisasi Pelabuhan dan Maritim Iran.
Kepastian pembukaan jalur vital ini juga dikonfirmasi oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Meski menyatakan bahwa Selat Hormuz kini siap untuk aktivitas bisnis dan pelayaran penuh, Trump menegaskan bahwa blokade ekonomi terhadap Iran tetap akan diberlakukan hingga tercapai kesepakatan damai dengan Amerika Serikat.
Sebelumnya, konflik bersenjata antara poros Amerika Serikat-Israel dengan Iran yang meletus pada 28 Februari lalu sempat memicu ketegangan di kawasan Teluk. Kondisi tersebut memaksa Iran membatasi akses di Selat Hormuz, jalur krusial yang melayani sekitar seperlima pasokan minyak serta gas alam cair global.
Ketegangan di kawasan itu semakin memuncak setelah upaya diplomasi antara Amerika Serikat dan Iran di Pakistan pada hari Minggu lalu gagal mencapai titik temu. Kegagalan perundingan tersebut sempat memicu blokade yang diterapkan oleh Amerika Serikat terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran di wilayah tersebut.
Adapun gencatan senjata selama 10 hari antara Israel dan Lebanon telah disepakati pada Kamis malam. Namun, hingga saat ini, belum ada kejelasan mengenai sikap kelompok Hizbullah, yang terlibat langsung dalam konflik dengan Israel, terkait komitmen mereka terhadap kesepakatan tersebut.







