BeritaPolitik

Prabowo Lobi Jepang-Korsel, Amankan Lapangan Kerja dan Kepentingan Nasional

72
×

Prabowo Lobi Jepang-Korsel, Amankan Lapangan Kerja dan Kepentingan Nasional

Sebarkan artikel ini
prabowo-jalan-jalan-kunker-luar-negeri-demi-lapangan-kerja-rakyat
prabowo jalan jalan kunker luar negeri demi lapangan kerja rakyat

Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa kunjungan kerja ke luar negeri bertujuan untuk menjaga kepentingan rakyat Indonesia. Fokus utamanya adalah mempertahankan dan membuka lapangan kerja.

“Saya jalan-jalan (kunjungan kerja luar negeri) untuk menjaga rakyat saya. Untuk menjaga apa? Lapangan kerja,” kata Prabowo, dikutip dari akun Instagram Kementerian Sekretariat Negara (@kemensetneg.ri), Kamis (26/3).

Prabowo menjelaskan, meski menteri sudah bertugas, hal-hal strategis tetap memerlukan kehadiran langsung Kepala Negara. Ini bertujuan untuk melobi dan mencapai kesepakatan penting dengan mitra internasional.

“Saya kalau enggak lobi, tentunya menteri-menteri yang kerja, namun di ujungnya saya harus datang. Ada hal-hal yang penting harus deal langsung,” ucapnya.

Prabowo menekankan pentingnya posisi tawar yang kuat dalam hubungan antarnegara. Tujuannya, agar Indonesia mampu melindungi kepentingan nasional di tengah dinamika global.

“Dalam setiap hubungan memang harus ada posisi tawar, harus dari posisi kuat. Nah, itu yang sedang kita kerjakan sekarang,” kata Prabowo.

Dalam waktu dekat, Prabowo akan kembali melakukan lawatan ke luar negeri.

Kementerian Luar Negeri RI sedang mempersiapkan kunjungan Presiden Prabowo ke Jepang pada 29-31 Maret dan Korea Selatan pada 31 Maret-2 April.

Di Jepang, Prabowo dijadwalkan melakukan kunjungan resmi dengan agenda mengikuti Jamuan Makan Siang Kenegaraan dengan Kaisar Jepang.

Selain itu, Prabowo juga dijadwalkan bertemu dengan Perdana Menteri (PM) Jepang Sanae Takaichi.

Kemlu Jepang menyatakan kunjungan Prabowo akan memperkuat kemitraan komprehensif dan strategis kedua negara.

Sementara itu, di Korea Selatan, Prabowo akan melakukan kunjungan kenegaraan. Agendanya, membahas hubungan bilateral dengan Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung.

Kedua pemimpin akan membahas kerja sama praktis di berbagai bidang. Termasuk perdagangan, investasi, industri pertahanan dan keamanan, kecerdasan buatan, infrastruktur, pembuatan kapal, energi nuklir, transisi energi, serta sektor budaya.

Kedua pemimpin juga akan berdiskusi tentang cara meningkatkan hubungan ASEAN dengan Korea Selatan. Serta membahas situasi keamanan dan isu-isu global lainnya.