Jakarta – Informasi intelijen sama pentingnya dengan alutsista. Badan Intelijen Negara (BIN) menjadi garda terdepan dalam pengumpulan dan analisis informasi strategis di Indonesia.
BIN tidak bekerja sendiri. Ada dua badan lain yang membantu, yaitu Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI dan Badan Intelijen dan Keamanan (Baintelkam) Polri.
Meski sama-sama bergerak di bidang intelijen, BAIS TNI dan Baintelkam Polri memiliki perbedaan tugas dan fungsi.
BAIS TNI adalah organisasi yang khusus menangani intelijen kemiliteran. Lembaga ini berada di bawah komando Markas Besar TNI.
Fokus utama BAIS TNI adalah pertahanan negara, baik dari ancaman luar negeri maupun stabilitas internal yang berdampak pada kedaulatan militer.
BAIS TNI dipimpin oleh perwira tinggi bintang tiga yang bertanggung jawab kepada Panglima TNI.
BAIS TNI menjalankan tiga fungsi utama: Penyelidikan, Pengamanan, dan Penggalangan.
Keunikan BAIS TNI adalah adanya Direktorat yang membawahi Atase Pertahanan (Athan) di berbagai kedutaan besar Indonesia.
Sementara itu, Baintelkam Polri berperan memberikan masukan kepada pimpinan tentang perkembangan keamanan dan ketertiban masyarakat.
Tugas pokok Baintelkam Polri meliputi penyelidikan, penggalangan, dan pengamanan untuk mencegah serta mengantisipasi segala bentuk ancaman.







