Berita

Silaturahim Lebaran: Pulihkan Diri, Eratkan Keluarga, Kuatkan Bangsa

80
×

Silaturahim Lebaran: Pulihkan Diri, Eratkan Keluarga, Kuatkan Bangsa

Sebarkan artikel ini
sejauh-mana-kaki-melangkah,-hati-selalu-tahu-jalan-pulang
sejauh mana kaki melangkah, hati selalu tahu jalan pulang

Jakarta – Momen Lebaran menjadi ajang silaturahmi yang menghangatkan. Pintu rumah terbuka, menyambut keluarga dan kerabat yang lama tak berjumpa.

Tradisi ini bukan sekadar kebiasaan, tapi juga mekanisme pemulihan diri.

Silaturahmi Lebaran adalah agenda rutin mengunjungi sanak saudara. Lebih dari itu, silaturahmi adalah mekanisme pemulihan yang efektif.

Deputi Kemenko PMK, Woro Srihastuti Sulistyaningrum, menegaskan pentingnya keluarga. “Jika keluarga bahagia, masyarakat sejahtera, maka negara juga akan kuat,” ujarnya.

Pernyataan ini didasari kebutuhan manusia untuk mengisi kembali “tangki” emosional. Silaturahmi adalah cara efektif untuk melakukannya.

Teknologi tak bisa menggantikan kehadiran fisik. Video call tak bisa menyamai kehangatan pertemuan langsung.

Dosen psikologi Universitas YARSI, Dr Octaviani Indrasari Ranakusuma, menjelaskan pertemuan fisik memicu hormon oksitosin. Hormon ini membangun rasa aman dan kedekatan emosional.

Tepukan bangga dari kakek, pelukan ibu, dan tawa bersama adalah proses biologis dan psikologis nyata. Ini membangun fondasi resiliensi dalam menghadapi tekanan hidup.