Padang – Kecelakaan beruntun di kawasan Padang Besi, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, Minggu (10/5/2026) pagi, menewaskan empat orang dan membuat sejumlah korban lain mengalami luka berat. Peristiwa yang melibatkan lima kendaraan itu memicu duka mendalam.

Anggota Komisi V DPR RI, Zigo Rolanda, menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan menilai kejadian tersebut menjadi peringatan serius bagi keselamatan transportasi, khususnya di jalur rawan kecelakaan di Sumatera Barat.

“Saya menyampaikan rasa duka dan keprihatinan yang mendalam kepada para korban terdampak kecelakaan beruntun di Jalan Raya Padang Besi pagi tadi. Keselamatan masyarakat di jalan raya harus menjadi prioritas utama,” kata Zigo.

Berdasarkan laporan awal, kecelakaan bermula saat sebuah truk bernomor polisi BM 9936 KU yang melaju dari arah Solok menuju Padang diduga mengalami rem blong di turunan panjang Simpang Cubadak. Sopir truk disebut sempat melaporkan tekanan angin pada sistem pengereman turun drastis di bawah 5 bar sehingga kendaraan hilang kendali.

Truk itu kemudian menghantam mobil Toyota Rush yang membawa enam penumpang. Empat orang dilaporkan meninggal dunia dalam kejadian tersebut. Setelah tabrakan pertama, truk juga menyerempet kendaraan lain, termasuk sebuah truk, mobil Pajero, dan minibus Kijang bermuatan beras hingga terseret ke median jalan.

Di tengah kepanikan dan tangis keluarga korban, Zigo menegaskan tragedi itu tidak boleh dipandang sebagai kecelakaan biasa. Ia menyoroti dugaan masa berlaku uji KIR kendaraan pemicu kecelakaan yang disebut telah habis sejak 2 Maret 2026.

Menurutnya, kondisi itu menunjukkan masih lemahnya pengawasan terhadap kendaraan berat yang melintas di jalur lintas provinsi.

“Ini menjadi alarm keras bagi manajemen keselamatan transportasi kita. Jangan sampai ada pembiaran terhadap kendaraan yang sebenarnya sudah tidak layak jalan,” ujarnya.

Zigo meminta Kepolisian dan Dinas Perhubungan segera melakukan investigasi menyeluruh. Pemeriksaan, katanya, harus mencakup kondisi teknis kendaraan hingga kepatuhan perusahaan angkutan terhadap standar operasional keselamatan.

Ia juga mendesak evaluasi terhadap titik-titik rawan kecelakaan di jalur Indarung-Padang Besi, termasuk pengawasan lebih ketat terhadap truk bertonase besar yang melintas setiap hari.

“Kita tidak ingin tragedi seperti ini terus berulang. Keselamatan pengguna jalan tidak bisa ditawar. Negara harus hadir memastikan masyarakat merasa aman saat berkendara,” tegasnya.

Zigo berharap penanganan tidak berhenti pada proses pascakejadian, tetapi dibarengi penguatan sistem pengawasan kendaraan di lapangan agar tragedi serupa dapat dicegah sejak dini.

83175 mtwzykyk00gmmtal3n5kvxmf79fnutdz

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *