Berita

Yahya Cholil Akui Belum Terima Surat Pengunduran Diri dari Rais Aam PBNU

63
×

Yahya Cholil Akui Belum Terima Surat Pengunduran Diri dari Rais Aam PBNU

Sebarkan artikel ini
82c13da59832f77797fd0eb9ce645666.jpg
82c13da59832f77797fd0eb9ce645666.jpg

Surabaya – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Yahya Cholil Staquf, mengaku belum menerima surat permintaan pengunduran diri dari Rais Aam PBNU. Pernyataan ini disampaikannya usai menghadiri rapat koordinasi Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) se-Indonesia di Surabaya pada Sabtu, 22 November 2025.

Yahya mengatakan bahwa pertemuan tersebut merupakan forum silaturahmi dan koordinasi antarpengurus organisasi. “Ini silaturahmi, koordinasi pengurus organisasi,” kata dia kepada awak media di Hotel Novotel Samator.

Saat ditanya mengenai surat dari Rais Aam PBNU, Yahya menegaskan belum ada pemberitahuan yang sampai kepadanya. Ia mengaku masih menunggu informasi lebih lanjut. “Saya sendiri belum terima (suratnya), tapi lihat nanti apakah ada yang dipersiapkan. Tunggu informasinya ya,” ucapnya.

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pengurus PWNU se-Indonesia dan berlangsung hingga Ahad dini hari. Namun, Ketua PWNU Jatim, Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin, tidak terlihat hadir dalam pertemuan itu.

Sebelumnya, sebuah petikan surat yang berisi kesimpulan hasil rapat harian Syuriyah PBNU telah beredar luas di media sosial dan di kalangan awak media pada Jumat, 21 November 2025. Surat tersebut berjudul “Risalah Rapat Harian Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama” dan merupakan hasil rapat di Hotel Aston Jakarta pada Kamis, 20 November 2025.

Surat yang ditandatangani oleh Rais Aam PBNU Miftachul Akhyar itu memuat dua poin penting keputusan rapat. Pertama, Yahya Cholil Staquf alias Gus Yahya diminta mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Ketua Umum PBNU dalam waktu tiga hari sejak diterimanya keputusan rapat harian Syuriyah PBNU. Kedua, jika Yahya Staquf tidak mengundurkan diri dalam waktu yang ditentukan, Syuriyah PBNU akan memberhentikannya dari posisi Ketua Umum PBNU.