Berita

Warga Lansia di Mentawai Hilang di Hutan, Basarnas Gelar Operasi Pencarian

106
×

Warga Lansia di Mentawai Hilang di Hutan, Basarnas Gelar Operasi Pencarian

Sebarkan artikel ini
img 2201
Tim Basarnas Mentawai kini turun tangan melakukan pencarian terhadap warga lanjut usia bernama Gabui Sarereakek (73) dilaporkan hilang di kawasan hutan Desa Pasikiat Taileleu, Kecamatan Siberut Barat Daya.

Mentawai – Seorang warga lanjut usia bernama Gabui Sarereakek (73) dilaporkan hilang di kawasan hutan Desa Pasikiat Taileleu, Kecamatan Siberut Barat Daya, Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat. Tim Basarnas Mentawai kini turun tangan melakukan pencarian.

Kepala Desa Pasikiat Taileleu, Johari Sirilotik, melaporkan hilangnya Gabui ke Basarnas pada Rabu (22/10) sekitar pukul 08.00 WIB.

“Korban berangkat ke ladang hari Minggu sore, biasanya pulang jam enam sore. Tapi sampai besoknya tidak kembali,” kata Johari dalam keterangannya.

Warga dan perangkat desa sempat melakukan pencarian sendiri, tapi hasilnya nihil. Laporan kemudian diteruskan ke Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Mentawai.

Tim rescue Basarnas Mentawai berangkat pukul 08.17 WIB menggunakan RIB 02 Mentawai menuju lokasi dengan waktu tempuh sekitar lima jam dari Dermaga Tuapejat. Setibanya di Dermaga Taileleu, tim langsung berkoordinasi dengan pemerintah desa dan masyarakat setempat.

Pencarian hari pertama difokuskan di sekitar titik koordinat 1°40’53.07”S – 99°5’9.63”E, lokasi yang diduga terakhir kali dikunjungi korban.

Kepala Basarnas Mentawai, Rudi, mengatakan pihaknya semula berencana menggunakan drone thermal untuk membantu pencarian, namun terkendala cuaca.

“Karena hujan gerimis dan angin 8–10 knot, drone belum bisa diterbangkan. Kalau besok cuaca lebih baik, kami akan operasikan,” ujar Rudi.

Hingga sore hari, hasil pencarian masih nihil. Operasi dihentikan sementara pukul 17.25 WIB dan akan dilanjutkan pada Kamis (23/10).

“Kami akan terus berupaya maksimal bersama tim gabungan. Masyarakat diminta segera melapor jika menemukan tanda-tanda keberadaan korban,” tutup Rudi.