Jakarta – Pernyataan Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak menuai kecaman. Responsnya terhadap kritik KH Anwar Abbas dinilai tidak beradab.

Kritik keras datang dari berbagai tokoh dan organisasi masyarakat.

KH Ikhsan Abdullah dari PBNU menyoroti diksi merendahkan yang digunakan Dahnil. Ini terkait pandangan Anwar Abbas soal pengurangan syarikah.

Menurutnya, perbedaan pandangan harus disampaikan dengan bahasa beradab. Apalagi oleh seorang pejabat negara.

“Indonesia justru tertinggal dalam hal etika berkomunikasi,” ujarnya.

Aktivis Muhammadiyah, Farid Idris, meminta Presiden Prabowo mencopot Dahnil. Pernyataan Dahnil dinilai mengandung sindiran kasar kepada tokoh senior Muhammadiyah.

Pejabat publik harus menjaga tutur kata dan sikap. Terlebih saat merespons kritik dari tokoh masyarakat.

Pernyataan yang merendahkan dapat mencederai etika bernegara. Serta merusak kepercayaan publik pada pemerintah.

Hingga kini, belum ada klarifikasi resmi dari Dahnil Anzar Simanjuntak.

83175 mtwzykyk00gmmtal3n5kvxmf79fnutdz

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *