FeedSport

Veda Ega Pratama Start Ketujuh, Siap Kejar Podium Moto3 Belanda

10
×

Veda Ega Pratama Start Ketujuh, Siap Kejar Podium Moto3 Belanda

Sebarkan artikel ini
cb9fc031ddb262d1dcc4abb8c6945e4a.jpg
cb9fc031ddb262d1dcc4abb8c6945e4a.jpg

Assen – Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, memastikan diri akan memulai balapan Moto3 GP Belanda 2026 dari posisi ketujuh. Kepastian posisi start tersebut didapat setelah ia menuntaskan sesi kualifikasi Q2 di Sirkuit Assen, Belanda, pada Sabtu (27/6/2026) dengan catatan waktu 1 menit 40,690 detik.

Hasil tersebut menempatkan Veda di barisan ketiga dalam grid balapan yang akan digelar pada Minggu (28/6/2026). Performa pembalap Honda Team Asia ini menjadi sorotan karena ia berhasil bangkit dari rentetan kendala teknis yang sempat dialaminya pada sesi latihan bebas sehari sebelumnya.

Veda mengawali perjuangan kualifikasi dari sesi Q1 setelah mengalami insiden kecelakaan pada sesi practice. Meski sempat terpuruk, pembalap asal Gunungkidul tersebut mampu menunjukkan mentalitas tangguh dengan finis di posisi tiga besar pada Q1, yang sekaligus mengantarkannya melaju ke babak Q2.

Memasuki sesi Q2 yang berlangsung selama 15 menit, Veda langsung tampil kompetitif. Sejak putaran pertama, ia mampu menjaga kecepatan dan sempat menempati posisi kedua, bersaing ketat dengan Joel Kelso dan Alvaro Carpe di barisan terdepan.

Di tengah jalannya sesi, persaingan semakin memanas saat para pembalap saling memperebutkan posisi pole position. Veda sempat menunjukkan dominasi dengan memimpin catatan waktu sementara setelah berhasil melampaui torehan Brian Uriarte dengan selisih 0,062 detik.

Namun, drama terjadi pada menit-menit akhir kualifikasi. Sejumlah pembalap papan atas mulai mempertajam catatan waktu mereka secara signifikan, yang membuat posisi terdepan terus mengalami perubahan drastis.

Maximo Quiles akhirnya keluar sebagai pembalap tercepat dengan catatan waktu 1 menit 40,130 detik, sekaligus mengunci posisi pole. Joel Kelso menyusul di posisi kedua dengan selisih tipis 0,025 detik, diikuti oleh Brian Uriarte di peringkat ketiga.

Veda sendiri harus puas berada di posisi ketujuh dengan selisih waktu 0,560 detik dari Quiles. Meskipun tidak berhasil meraih barisan depan, posisi start ketujuh dianggap sebagai modal yang sangat krusial bagi Veda untuk bersaing dalam perebutan poin.

Karakteristik Sirkuit Assen yang dikenal dengan lintasan cepat dan potensi slipstream memberikan celah bagi Veda untuk memperbaiki posisinya saat balapan utama berlangsung. Konsistensi ritme balap yang ditunjukkan selama sesi kualifikasi menjadi indikator bahwa ia mampu mengimbangi kecepatan para pesaing utamanya.

Tim teknis Honda Team Asia juga berperan penting dalam memberikan penyetelan motor yang optimal bagi Veda. Komunikasi intensif selama sesi Q2 terbukti mampu menjaga performa motor tetap stabil di tengah ketatnya persaingan di lintasan.

Keberhasilan Veda menembus posisi sepuluh besar di kualifikasi ini mempertegas kemampuannya beradaptasi di level persaingan internasional. Jika mampu mempertahankan fokus dan menghindari insiden di tikungan pertama, peluang Veda untuk merangsek ke barisan depan sangat terbuka lebar pada perlombaan hari Minggu nanti.

72d0c77bcd149b191ae22b019efd866b.jpg
FeedSport

Ringkasan Berita: Spanyol berhasil memuncaki Grup H Piala Dunia 2028 meski sempat terseok di awal-awal. Sayangnya langkah Spanyol direcoki dengan cedera yang menghampiri Nico Williams dan Yeremy Pino. Pelatih Spanyol masih akan menunggu pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui kondisi keduanya. TRIBUNNEWS.COM – Langkah Spanyol di Piala Dunia 2026 barangkali masih tak mentereng seperti layaknya Prancis atau Argentina yang identik dengan pesta…