Berita

Urai Kemacetan TB Simatupang, Solusi Sementara Diterapkan

124
×

Urai Kemacetan TB Simatupang, Solusi Sementara Diterapkan

Sebarkan artikel ini
ebd72d6f968eaa82ba1a884f5b3ada7d.jpg
ebd72d6f968eaa82ba1a884f5b3ada7d.jpg

Jakarta – Pemerintah Provinsi Jakarta tengah gencar mencari solusi untuk mengatasi kemacetan parah di Jalan TB Simatupang. Dua langkah utama yang diambil adalah mengalihkan fungsi trotoar menjadi jalur kendaraan sementara dan menggratiskan satu lajur di Gerbang Tol Fatmawati 2 pada jam pulang kantor.

Jalan TB Simatupang, yang membentang dari Lebak Bulus hingga Kampung Rambutan, telah lama menjadi salah satu titik kemacetan utama di Jakarta. Kawasan ini dipadati perkantoran dan area komersil, menyebabkan tingginya mobilitas karyawan. Volume kendaraan yang melonjak saat jam pulang kantor sering kali memicu kemacetan.

Gubernur Jakarta Pramono Anung mengakui kemacetan di Jalan TB Simatupang dipicu oleh pekerjaan konstruksi yang tak kunjung selesai. Pemandangan material pipa dan penggalian yang rutin terjadi di sepanjang jalan seolah tak pernah usai. Selain itu, keberadaan “pak ogah” atau masyarakat yang mengatur lalu lintas di persimpangan jalan juga disebut sebagai pemicu kemacetan. Pramono Anung telah melarang keberadaan “pak ogah” di kawasan tersebut.

Mayoritas proyek konstruksi di Jalan TB Simatupang dikerjakan oleh Pemerintah Pusat. Pramono menyatakan akan bersurat kepada mereka untuk berkoordinasi. “Untuk mengkoordinasikan supaya bisa mengurangi kemacetan di TB Simatupang,” ujar Pramono melalui akun Instagram pribadinya, pada Senin, 15 September 2025.

Trotoar Dipangkas

Solusi terkini yang diimplementasikan adalah menjadikan trotoar sebagai jalur kendaraan. Langkah ini merupakan penanganan jangka pendek dan menengah, sambil pemerintah mencari formula yang lebih jitu.

Wakil Koordinator Staf Khusus Gubernur Jakarta Yustinus Prastowo menjelaskan, kemacetan di TB Simatupang semakin parah dari hari ke hari. Sejumlah galian proyek nasional dan daerah, seperti galian Instalasi Pengolahan Air Limbah Domestik (IPALD) sepanjang 7 kilometer di Cilandak dan proyek perpipaan Rumah Susun Tanjung Barat sepanjang 4 kilometer, masih beroperasi.

Yustinus menyebut, pengalihan fungsi trotoar menjadi akses pengendara motor adalah solusi sementara. “Menggunakan sementara trotoar di area terdampak proyek untuk memperlebar ruas jalan, terutama di titik penyempitan (bottleneck), mengingat trotoar di lokasi tersebut saat ini belum dapat digunakan pejalan kaki,” kata Yustinus melalui keterangan tertulisnya, Sabtu, 24 Agustus 2025.

Menggratiskan Tol saat Jam Pulang Kerja

Selain pemanfaatan trotoar, Pemerintah Jakarta juga menggratiskan satu lajur paling kiri di Gerbang Tol Fatmawati 2. Kebijakan ini berlaku untuk mengurai kemacetan di Jalan TB Simatupang dan mulai diuji coba sejak Senin, 15 September 2025.

Gerbang Tol Fatmawati 2 yang digratiskan ini berlokasi di dekat Stasiun Mass Rapid Transit (MRT) Fatmawati Indomaret. Jalur tol gratis tersebut akan berlaku hingga keluar tol Lebak Bulus, sekitar 1,6 kilometer arah timur dari Gerbang Tol Fatmawati 2.

Kepala Dinas Perhubungan Jakarta Syafrin Liputo mengatakan, masyarakat yang ingin menuju Lebak Bulus dari Jalan Fatmawati dapat menggunakan tambahan lajur tol paling kiri Gerbang Tol Fatmawati 2 tanpa dipungut biaya. “Selain menggunakan jalan eksisting,” ucap Syafrin dalam keterangan tertulis pada Ahad, 14 Februari 2025.

Syafrin menegaskan, kebijakan tambahan lajur tol ini tidak berlaku bagi kendaraan roda dua. Selain itu, kendaraan yang memiliki lebih dari empat roda, seperti truk besar, juga tidak bisa menggunakan fasilitas tol gratis ini.

Kebijakan tol gratis akan berlaku khusus di jam pulang kerja. Uji coba ini dijadwalkan berlangsung dari Senin, 15 September hingga Jumat, 19 September 2025, setiap pukul 17.00-20.00 WIB. “Merujuk kepada data Dishub DKI Jakarta terkait dengan volume kendaraan yang tinggi pada jam sibuk atau peak hours tersebut,” jelas Syafrin.