Padang – Universitas Negeri Padang (UNP) berupaya mewujudkan kampus inklusif dengan melatih dosen dan staf menjadi Juru Bahasa Isyarat (JBI). Langkah ini diambil untuk mempermudah komunikasi dengan mahasiswa disabilitas, khususnya tuli.
Pelatihan intensif selama dua hari, 3-4 Oktober 2025, membekali peserta dengan kemampuan dasar bahasa isyarat.
Kepala Seksi Layanan Disabilitas UNP, Rahmahtrisilvia, menjelaskan pelatihan ini bertujuan menciptakan proses belajar yang lebih inklusif.
“Sehingga proses belajar dapat berlangsung lebih inklusif,” ujarnya, Selasa (7/10/2025).
Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni UNP, Prof. Refnaldi, menegaskan pentingnya kemampuan berbahasa isyarat. Hal ini untuk mewujudkan lingkungan belajar yang adil dan memperkuat komunikasi di lingkungan kampus.
UNP menggandeng ahli dari Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia (Gerkatin) Sumatera Barat sebagai narasumber.
Peserta pelatihan berasal dari berbagai program studi yang memiliki mahasiswa tuli, termasuk Pendidikan Luar Biasa, Tata Busana, Desain Komunikasi Visual, dan Ilmu Keolahragaan.
Materi pelatihan mencakup dasar-dasar bahasa isyarat, etika berinteraksi dengan penyandang disabilitas rungu/tuli, serta praktik langsung dalam simulasi perkuliahan.
Inisiatif ini menunjukkan komitmen UNP dalam mewujudkan kesetaraan, aksesibilitas, dan budaya kampus yang ramah serta bebas diskriminasi.













