Ecozone

Unilever Indonesia Tebar Dividen Sebesar Rp7,63 Triliun untuk Pemegang Saham

18
×

Unilever Indonesia Tebar Dividen Sebesar Rp7,63 Triliun untuk Pemegang Saham

Sebarkan artikel ini
2591133c2b7ba29c1470d11556a921b5.jpg
2591133c2b7ba29c1470d11556a921b5.jpg

Jakarta – PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) memutuskan membagikan total dividen sebesar Rp7,63 triliun kepada para pemegang saham untuk tahun buku 2025. Keputusan ini ditetapkan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang menyepakati nilai dividen sebesar Rp201 per lembar saham.

Besaran dividen tersebut setara dengan 100 persen dari total laba bersih perseroan sepanjang 2025. Dividen ini mencakup dividen interim sebesar Rp87 per lembar saham atau senilai Rp3,30 triliun yang telah dibayarkan kepada pemegang saham pada 30 Desember 2025 lalu.

Presiden Direktur Unilever Indonesia, Benjie Yap, menyatakan bahwa kebijakan pembayaran dividen penuh ini merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam memberikan nilai tambah bagi pemegang saham. Langkah ini juga mencerminkan disiplin pengelolaan alokasi modal serta kepercayaan manajemen terhadap ketahanan operasional perseroan.

Kinerja keuangan perusahaan sepanjang 2025 mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp31,9 triliun, angka yang tidak termasuk kontribusi dari unit bisnis es krim dan teh SariWangi. Perseroan berhasil menjaga posisi keuangan yang solid dengan mencatat arus kas bebas (free cash flow) sebesar Rp4,9 triliun atau 1,7 kali lipat lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya, sekaligus mempertahankan posisi tanpa utang.

Terkait margin laba bruto, perusahaan membukukan angka 46,9 persen. Angka tersebut mengalami penurunan sebesar 60 basis poin yang dipengaruhi oleh biaya transformasi bisnis. Namun, jika biaya transformasi dikecualikan, margin laba bruto justru mencatatkan kenaikan sebesar 46 basis poin.

Benjie menegaskan bahwa pihaknya akan tetap fokus memperkuat fundamental bisnis untuk mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan. Keseimbangan antara pembayaran dividen yang optimal dan strategi jangka panjang dinilai sebagai fondasi utama untuk tetap kompetitif di pasar.

f24e5bddb18bf018dd57d6cf0753bdba.jpg
Ecozone

Fenesia – JAKARTA. Tekanan di pasar keuangan domestik masih berlanjut. Nilai tukar rupiah dan pasar saham kompak melemah sepanjang pekan terakhir di tengah meningkatnya ketidakpastian dan sentimen negatif investor terhadap aset Indonesia. Mengutip Bloomberg, nilai tukar rupiah di pasar spot melemah 0,86% dalam sepekan hingga menyentuh level Rp 18.036 per dolar Amerika Serikat (AS). Pada saat yang sama, tekanan juga terjadi di pasar saham….

6a8f11fa9e64785117d8ee406cdd2d38.jpg
Ecozone

Fenesia – JAKARTA. Kondisi pasar keuangan domestik saat ini masih menghadapi tekanan yang cukup besar. Di pasar saham, misalnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) telah merosot sekitar 35,3% sejak awal tahun 2026 ke level 5.594,76. Tekanan juga terjadi di pasar keuangan secara lebih luas seiring pelemahan nilai tukar rupiah yang kini berada di kisaran Rp 18.000 per dolar AS. Dalam situasi yang penuh tantangan seperti saat ini, investor…

25e9f746f9e1101d45f494af0ae2853f.jpg
Ecozone

Fenesia – Jakarta. Harga saham PT Mayora Indah Tbk (MYOR) hingga Juni ini melemah sekitar 19% sejak awal tahun 2026. Namun investor saham MYOR bisa bergembira karena ada dividen dengan yield hingga dua kali lipat bunga deposito perbankan. Harga saham MYOR pada akhir perdagangan Kamis 5 Juni 2026 parkir di Rp 1.760, naik 10 poin secara harian. Namun harga saham perusahaan penghasil makanan ringan dan minuman ini tercatat masih melemah 420…