Berita

Trump Klaim Pembicaraan Damai Rusia-Ukraina Hampir Rampung

94
×

Trump Klaim Pembicaraan Damai Rusia-Ukraina Hampir Rampung

Sebarkan artikel ini
70c407c6d0f503c1670b7bb5d0efabd9.jpg
70c407c6d0f503c1670b7bb5d0efabd9.jpg

Florida – Harapan baru muncul dalam upaya mengakhiri konflik Ukraina. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengklaim bahwa dirinya dan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, semakin dekat untuk mencapai kesepakatan damai. Pernyataan ini muncul setelah pertemuan keduanya di resor Mar-a-Lago milik Trump di Florida, Minggu (14/4).

Meskipun optimis, kedua pemimpin mengakui bahwa sejumlah detail krusial masih memerlukan pembahasan lebih lanjut. Trump bahkan menyebutkan bahwa kesepakatan telah mencapai 95%, namun menekankan pentingnya peran serta negara-negara Eropa dalam mendukung upaya perdamaian ini.

Zelensky sendiri menyatakan telah mencapai kesepakatan terkait jaminan keamanan untuk Ukraina. Namun, isu sensitif mengenai wilayah Donbas masih menjadi batu sandungan.

Sebelum pertemuan dengan Zelensky, Trump juga melakukan percakapan telepon dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. Pembicaraan tersebut digambarkan produktif oleh pihak AS dan bersahabat oleh ajudan kebijakan luar negeri Kremlin, Yuri Ushakov.

Ushakov mengungkapkan bahwa Putin menyampaikan kepada Trump bahwa gencatan senjata yang diusulkan Uni Eropa dan Ukraina hanya akan memperpanjang konflik. Kremlin juga menekankan perlunya Ukraina mengambil keputusan terkait Donbas tanpa penundaan.

Pertemuan di Mar-a-Lago berlangsung di tengah meningkatnya serangan Rusia di berbagai wilayah Ukraina, termasuk Kyiv. Serangan udara Rusia menyebabkan pemadaman listrik dan pemanas di beberapa bagian ibu kota.

Zelensky menganggap serangan tersebut sebagai respons Rusia terhadap upaya perdamaian yang dimediasi AS. Namun, Trump meyakini bahwa baik Putin maupun Zelensky serius dalam mencari solusi damai.

Putin menegaskan bahwa Rusia akan melanjutkan operasi militernya jika Kyiv tidak segera mencari perdamaian. Sementara itu, Rusia mengklaim kemajuan di medan tempur, dengan menguasai beberapa pemukiman baru.

Perbedaan pendapat mengenai wilayah mana yang akan diserahkan kepada Rusia masih menjadi isu utama. Moskow bersikeras untuk mendapatkan seluruh Donbas, sementara Kyiv menginginkan garis pertempuran saat ini dibekukan.

AS menawarkan kompromi berupa zona ekonomi bebas jika Ukraina meninggalkan wilayah tersebut. Selain itu, AS juga mengusulkan kendali bersama atas pembangkit listrik tenaga nuklir Zaporizhzhia.

Pertemuan antara Zelensky dan Trump merupakan puncak dari upaya diplomatik yang telah berlangsung selama beberapa minggu. Sekutu Eropa juga turut meningkatkan upaya untuk merumuskan jaminan keamanan pasca-perang bagi Kyiv.

Sebelum bertolak ke Mar-a-Lago, Zelensky melakukan percakapan telepon dengan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer. Trump dan Zelensky juga berencana melakukan panggilan telepon dengan para pemimpin Eropa selama pertemuan di Florida.

Rencana 20 poin yang menjadi dasar perundingan ini merupakan hasil dari pembicaraan antara utusan khusus AS, Steve Witkoff, Jared Kushner, dan utusan khusus Rusia, Kirill Dmitriev. Pembicaraan lebih lanjut antara pejabat Ukraina dan negosiator AS menghasilkan rencana yang lebih akomodatif bagi Kyiv.