Berita

Trump Ancam Iran, Harga Minyak Dunia Langsung Meroket!

113
×

Trump Ancam Iran, Harga Minyak Dunia Langsung Meroket!

Sebarkan artikel ini
trump-ungkap-perang-dengan-iran-bisa-berlangsung-hingga-empat-pekan,-harga-minyak-makin-naik?
trump ungkap perang dengan iran bisa berlangsung hingga empat pekan, harga minyak makin naik?

New York – Presiden AS Donald Trump menyatakan operasi militer terhadap Iran bisa berlangsung kurang dari empat pekan. Ia juga mengakui akan ada korban jiwa dari militer AS.

Pernyataan itu disampaikan Trump dalam wawancara dengan surat kabar Daily Mail.

“Prosesnya selalu memakan waktu empat pekan. Kami memperkirakan akan memakan waktu sekitar empat pekan,” ujarnya.

Trump juga menyebut Iran ingin berunding setelah operasi AS. Menurutnya, Teheran seharusnya berbicara pekan lalu.

Konflik yang melibatkan AS, Israel, dan Iran telah mengganggu pasokan energi global. Harga minyak melonjak tajam dan saham-saham melemah.

West Texas Intermediate naik 8,6 persen menjadi 72,79 dolar AS per barel. Minyak mentah Brent naik 9 persen menjadi 79,41 dolar AS per barel.

Para pedagang khawatir pasokan minyak dari Iran dan Timur Tengah akan terganggu.

Pakar energi Unpad, Yayan Satyakti, memprediksi harga minyak dunia bisa mencapai 100 dolar AS per barel jika Selat Hormuz ditutup.

“Jika ditutup saat ini, besok lusa bisa langsung mencapai 90–100 dolar AS per barel,” kata Yayan.

Selat Hormuz adalah jalur laut strategis yang menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman. Seperlima dari total ekspor minyak dunia melewati selat ini.

Yayan menyebut Selat Hormuz menjadi titik krusial dalam konflik Iran dengan AS dan Israel.

“Jika Iran menutup Selat Hormuz, harga minyak akan naik hingga 50 persen,” ucapnya.

Yayan memperkirakan lonjakan harga BBM tak terhindarkan bagi Indonesia. Konflik yang berlangsung bisa meningkatkan harga minyak 10–25 persen.

Ia mengingatkan pemerintah untuk mengantisipasi pembengkakan anggaran, mengingat harga minyak telah melampaui asumsi APBN 2026, yaitu 70 dolar AS per barel.

“Harus ada efisiensi lagi, tetapi apakah pemerintah mau?” tanyanya.