Berita

Truk Tambang Terus Beroperasi, Hancurkan Jalan Baru di Parung Panjang

122
×

Truk Tambang Terus Beroperasi, Hancurkan Jalan Baru di Parung Panjang

Sebarkan artikel ini
tak-patuhi-kdm,-puluhan-truk-tambang-terobos-jalan-di-parung-panjang
tak patuhi kdm, puluhan truk tambang terobos jalan di parung panjang

Parung Panjang – Puluhan truk tambang masih bebas melintas di jalan Parung Panjang, Bogor. Padahal izin tambang perusahaan terkait sudah dicabut sejak September 2025.

Truk-truk itu melintasi jalan yang baru direnovasi menggunakan APBD Kabupaten Bogor.

Pantauan dilakukan sejak Senin (9/2) hingga Kamis malam (12/3).

Truk tambang terlihat di Jalan Muhammad Toha, Parung Panjang.

Jalan tersebut baru selesai direnovasi Desember lalu dengan anggaran Rp61,69 miliar untuk panjang 5,6 km.

Truk-truk itu melintas malam hari, sekitar pukul 21.00-23.00 WIB. Beberapa bahkan parkir di pinggir jalan.

Warga Parung Panjang menyayangkan hal ini. Mereka menilai truk seharusnya tidak boleh melintas.

“Ini jalan baru juga jadi bergelombang. Sementara mereka [truk] tak mau ikut memperbaiki jalan,” kata seorang warga.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, telah menghentikan sementara aktivitas pertambangan di Parung Panjang, Rumpin, dan Cigudeg sejak September 2025.

Perintah itu tertuang dalam surat bernomor 7920/ES.09/PEREK, berlaku sejak 26 September 2025 hingga waktu yang tidak ditentukan.

Surat itu berbunyi, “Diminta kepada saudara menghentikan sementara kegiatan usaha pertambangan sejak tanggal 26 September 2025 sampai dengan terpenuhinya ketentuan sebagaimana dimaksud pada angka 2 (dua) di atas dan setelah menyampaikan laporan secara tertulis disertai bukti dukung kepada Gubernur Jawa Barat c.q Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Jawa Barat.”

Akun Gerakan Masyarakat Parung Panjang untuk Perubahan melaporkan truk tambang melintas sore hari dan menyebabkan macet pada Selasa (10/2).

Akun itu juga melaporkan petugas Dishub Kabupaten Bogor menyuruh sopir truk putar balik.

“Kami warga Parung Panjang akan terus menolak untuk transporter tambang melintasi jl.Raya parungpanjang ,karena akan mengakibatkan ancaman keamanan dan kenyamanan masyarakat dalam segi kecelakaan,” tulis akun tersebut.

Sebelumnya, Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menganggarkan sekitar Rp100 miliar dari APBD 2026 untuk pembebasan lahan jalur khusus angkutan tambang sepanjang 12 kilometer dari Cigudeg hingga Rumpin.

Komitmen itu disampaikan saat rapat pembahasan pembangunan jalan penunjang tambang bersama pengusaha tambang di Pendopo Bupati Bogor, Selasa (13/1).

“Total anggaran sekitar Rp100 miliar disiapkan, termasuk untuk kegiatan land clearing, karya bakti bersama TNI, serta pembangunan jembatan sementara di beberapa titik,” kata Rudy dalam rilis resmi.

Rapat itu dihadiri 28 pimpinan perusahaan tambang yang beroperasi di Bogor Barat.