BeritaEcozone

Toyota Tolak Proyek Agrinas: Harga dan Pajak Jadi Ganjalan

123
×

Toyota Tolak Proyek Agrinas: Harga dan Pajak Jadi Ganjalan

Sebarkan artikel ini
toyota-pernah-diajak-diskusi-oleh-agrinas-soal-proyek-pengadaan-pikap,-tak-deal-karena-ini
toyota pernah diajak diskusi oleh agrinas soal proyek pengadaan pikap, tak deal karena ini

Jakarta – Toyota Indonesia dan PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) sempat berdiskusi soal potensi pengadaan 105.000 kendaraan niaga.

Proyek ini rencananya mendukung Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

Namun, diskusi tersebut tidak berujung kesepakatan.

“Memang benar kami dari Toyota sempat diajak berdiskusi dengan rekan-rekan dari Agrinas mengenai rencana kebutuhan pengadaan untuk pikap dan light truck, sayangnya tidak terjadi kesepakatan,” ujar Direktur Pemasaran PT Toyota Astra Motor (TAM) Jap Ernando Demily, Jumat (6/3/2026).

Ernando menjelaskan, ketidaksesuaian jenis kendaraan dan harga menjadi penyebab utama.

Struktur biaya pembelian kendaraan juga jadi pertimbangan.

Harga Hilux double cabin, contohnya, sekitar Rp456 juta.

Harga itu sudah termasuk pajak barang mewah dan bea balik nama.

Menurut Ernando, pikap 4×4 dikenai pajak tinggi karena dianggap kendaraan pribadi.

Padahal, di lapangan lebih banyak digunakan sebagai alat kerja.

Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Nandi Julyanto menambahkan, produsen lokal berpotensi memenuhi pesanan jika proyek terealisasi.

Namun, produksi dalam jumlah besar butuh persiapan matang dan waktu.

PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) menjadi sorotan karena proyek pengadaan kendaraan operasional berskala besar.

Perusahaan berencana mengimpor 105.000 kendaraan dari India.

Rinciannya, 70.000 kendaraan niaga dari Tata Motors dan 35.000 unit Mahindra Scorpio Pickup dari Mahindra & Mahindra.