Berita

TNI Awasi Produksi MBG: Cegah Keracunan dari Bahan Baku Hingga Distribusi

107
×

TNI Awasi Produksi MBG: Cegah Keracunan dari Bahan Baku Hingga Distribusi

Sebarkan artikel ini
044e38aabd51246da0dd6cff20f01452.jpg
044e38aabd51246da0dd6cff20f01452.jpg

Boyolali – TNI mengambil langkah tegas untuk mengawasi pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) guna mencegah kasus keracunan. Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto memastikan adanya pengawasan melekat pada setiap proses di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), mulai dari bahan baku hingga makanan siap konsumsi.

Jenderal Agus Subiyanto menjelaskan, pengawasan ketat dilakukan sejak bahan baku dibeli, peralatan yang digunakan, hingga cara memasak agar rentang waktu penyajian tidak terlalu lama. Proses pengiriman makanan juga tidak luput dari pengawasan. Hal ini disampaikannya saat pembukaan SPPG 1 TNI AU Adi Soemarmo di Boyolali, Jawa Tengah, Jumat.

Panglima TNI mengungkapkan, hingga saat ini TNI telah mengoperasikan sebanyak 113 SPPG. Ia baru saja meluncurkan tambahan 339 SPPG di berbagai satuan setingkat Batalyon, Kodim, Lanal, Lanud, Pindam, dan Korem, yang bertujuan untuk mendukung Program MBG.

Dengan penambahan ini, diharapkan jumlah penerima manfaat program akan terus bertambah setiap hari. Selain itu, pembangunan SPPG di berbagai wilayah juga berpotensi menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat. Jenderal Agus mengapresiasi partisipasi ibu-ibu di wilayah Solo Raya yang menjadi juru masak di SPPG.

Keberadaan SPPG juga membuka rantai pasok bagi petani, peternak, nelayan, dan pelaku UMKM. Hasil produksi mereka dapat dijual ke Koperasi Merah Putih, kemudian dibeli oleh SPPG untuk dimasak. Ini turut membantu pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di setiap desa.

Jenderal Agus menegaskan, tujuan utama Program MBG adalah meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dalam negeri sebagai generasi penerus bangsa.

Sementara itu, Kepala SPPG 1 TNI AU Adi Soemarmo Rifky Sheva menambahkan, pengawasan kualitas dilakukan secara menyeluruh, mulai dari bahan baku tiba hingga proses pengiriman makanan ke sekolah-sekolah. Ia memastikan bahan baku yang diterima selalu segar dan langsung dimasak pada hari yang sama.

Untuk menjaga kesegaran, pihaknya mencari pemasok yang dapat mendatangkan bahan baku pada dini hari. Rifky juga meminimalkan penyimpanan sayur maupun daging dalam waktu lama. Bahkan, untuk kebutuhan daging ayam, pasokan berasal dari tempat pemotongan yang langsung dikirim ke SPPG pada tengah malam.

Saat ini, SPPG 1 TNI AU Adi Soemarmo melayani pembuatan sebanyak 3.728 porsi per hari untuk pengiriman empat hari dalam seminggu, dari Senin hingga Jumat. Ke depannya, layanan ini akan ditingkatkan menjadi enam hari. SPPG tersebut didukung oleh 47 relawan, satu akuntan, satu ahli gizi, dan satu Kepala SPPG.