Jakarta – Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mencatatkan defisit Rp321,6 triliun pada Agustus 2025.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan angka tersebut setara dengan 1,35 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
Menkeu Purbaya menanggapi kritikan publik terkait kebijakan penempatan dana Rp200 triliun di bank BUMN.
Salah satu kritik datang dari akademisi Rocky Gerung.
Purbaya menegaskan kebijakan ini bukan sekadar retorika.
Ia meyakini kebijakan ini akan membawa dampak nyata bagi perekonomian.
“Kebijakan yang kita jalankan betul-betul bisa membalik arah pertumbuhan ekonomi, itu rupiah akan berbalik dengan cepat,” kata Purbaya di Kantor Kementerian Keuangan, Jumat (26/9/2025).
Penempatan dana ini bertujuan menurunkan bunga kredit.
Dengan bunga yang lebih rendah, dunia usaha diharapkan lebih berani melakukan ekspansi.
Turunnya bunga simpanan juga diharapkan memicu konsumsi masyarakat.
“Kalau Anda punya uang lebih, bunganya turun kan Anda nggak ragu untuk belanjakan. Demand akan tumbuh dari situ,” ujarnya.
Purbaya mengakui pemilik dana besar mungkin akan merugi di awal karena bunga deposito turun.
Namun, ia meyakini mereka akan mendapat keuntungan jangka panjang.
“Mungkin yang punya uang rugi jangka pendek, tapi jangka panjang mereka pasti untung. Order naik, income naik, semua ikut tumbuh,” pungkasnya.














