Jakarta – Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mencatat pertumbuhan signifikan tabungan nasabah kaya sepanjang 2025.
Tabungan dengan saldo di atas Rp5 miliar melonjak 22,76 persen (yoy).
Ferdinan D. Purba, Anggota Dewan Komisioner LPS, menyebut pertumbuhan ini jauh melampaui tabungan nasabah bersaldo lebih kecil.
“Untuk tabungan di atas Rp5 miliar, pertumbuhannya cukup tinggi, yaitu 22,76 persen. Ini juga dipengaruhi oleh penempatan dana saldo anggaran lebih (SAL) pemerintah,” ujarnya, Kamis (22/1/2026).
Lonjakan ini terjadi di tengah likuiditas perbankan yang longgar.
DPK perbankan tumbuh 13,83 persen (yoy) sepanjang 2025.
Pertumbuhan tabungan kelompok kecil (di bawah Rp100 juta) lebih lambat.
Perbedaan ini mengindikasikan dana besar cenderung tersimpan di bank. Akumulasi tabungan masyarakat berpendapatan rendah relatif terbatas.
Rasio AL/DPK 28,57 persen per Desember 2025, di atas ambang batas minimum.
Dengan likuiditas kuat, perbankan dinilai tak tertekan menaikkan suku bunga simpanan.
LPS mencatat tren suku bunga pasar simpanan justru menurun.
LPS akan terus memantau dinamika pertumbuhan tabungan ini. Ini bagian dari evaluasi stabilitas sistem perbankan, termasuk penetapan kebijakan tingkat bunga penjaminan.














