Berita

Survei Celios Soroti Kebijakan Ekonomi Gagal Tekan Beban Hidup

112
×

Survei Celios Soroti Kebijakan Ekonomi Gagal Tekan Beban Hidup

Sebarkan artikel ini
84-persen-publik-nilai-pajak-pemerintah-berat,-celios:-daya-beli-tertekan
84 persen publik nilai pajak pemerintah berat, celios: daya beli tertekan

Berikut adalah penulisan ulang berita dengan gaya jurnalistik media nasional:

Berita 1:

Jakarta – Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, menjadi panggung perayaan Hari Batik Nasional, Kamis (2/10/2025). Para karyawan kantoran dengan bangga memamerkan batik, simbol kecintaan pada budaya Indonesia.

Fitra (28), karyawan perusahaan pelayaran, memilih batik merah marun bermotif tumbuhan. Ia berharap batik terus lestari sebagai warisan berharga.

“Mari generasi muda mencintai batik sebagai identitas nasional,” serunya.

Berita 2:

Jakarta – Kebijakan ekonomi pemerintahan Prabowo-Gibran dinilai belum mampu meringankan beban biaya hidup masyarakat. Penilaian ini datang dari lembaga riset Center for Economic and Law Studies (Celios).

Survei Celios mengungkap, mayoritas masyarakat merasa terbebani oleh pungutan dan pajak. Stimulus ekonomi yang digulirkan dinilai belum menyentuh kebutuhan sehari-hari.

“Sebanyak 84% responden merasa pajak memberatkan. Lebih dari separuh menilai bantuan ekonomi tidak membantu,” ujar Peneliti Ekonomi Celios, Bakhrul Fikri, Minggu (19/10/2025).

Celios mencatat, 53% publik menilai stimulus ekonomi tidak berdampak signifikan pada pemenuhan kebutuhan dasar. Sementara itu, 43% menilai pemberantasan korupsi di sektor ekonomi belum optimal.

Bakhrul mendesak pemerintah untuk segera melakukan koreksi arah kebijakan ekonomi. “Perbaiki program perlindungan sosial, sederhanakan pajak, perkuat komunikasi publik, dan hentikan program yang tidak efektif,” tegasnya.

Survei Celios juga menunjukkan, 72% responden menilai kinerja ekonomi nasional masih buruk. Kebijakan yang ada dinilai tidak selaras dengan kebutuhan masyarakat dan gagal menekan harga kebutuhan pokok.

Celios berpendapat, lemahnya kinerja ekonomi selama setahun pemerintahan menjadi penyebab utama menurunnya kepercayaan publik. Penurunan daya beli dan tingginya beban pajak memperdalam kesenjangan sosial.