Medan – Ribuan warga di Kota Medan, Sumatera Utara, terpaksa mengungsi setelah banjir merendam lima kecamatan pada Minggu (12/10) dini hari. Hujan deras sejak Sabtu malam menjadi penyebab utama bencana ini.
Lebih dari 1.400 rumah dilaporkan terendam banjir dengan ketinggian air bervariasi antara 20 sentimeter hingga dua meter.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Utara mencatat, luapan sungai memicu banjir yang meluas di Medan Selayang, Medan Maimun, Medan Johor, Medan Polonia, dan Medan Labuhan.
“Hujan dengan intensitas tinggi mengakibatkan beberapa sungai meluap ke pemukiman warga,” kata Kabid Penanganan Darurat Peralatan dan Logistik BPBD Sumut, Sri Wahyuni Pancasilawati.
Kondisi terparah terjadi di Medan Labuhan, di mana ketinggian air mencapai dua meter dan merendam sekitar 300 rumah.
Di Medan Maimun, 764 rumah terendam dan lebih dari 1.600 jiwa terdampak. Sementara itu, di Medan Johor, 220 rumah tergenang air dan lebih dari 1.000 warga terdampak.
BPBD mencatat dua titik pengungsian utama di Kecamatan Medan Labuhan, yaitu Masjid Al Ikhlas dan Sekolah SMPN 5.
Hingga saat ini, belum ada laporan korban jiwa. Namun, BPBD masih melakukan pendataan terhadap kemungkinan adanya korban luka-luka.
Pemerintah Kota Medan dan BPBD telah berkoordinasi untuk melakukan assessment cepat, evakuasi warga, dan pendirian posko sementara. Tim gabungan diterjunkan ke lokasi terdampak untuk membantu warga.







