Berita

Subsidi LPG Beralih ke DME: Negara Hemat?

143
×

Subsidi LPG Beralih ke DME: Negara Hemat?

Sebarkan artikel ini
inovasi-subsidi-gas-lpg-bahlil-dapat-apresiasi,-disebut-kunci-efisiensi-negara
inovasi subsidi gas lpg bahlil dapat apresiasi, disebut kunci efisiensi negara

Jakarta – Pemerintah tengah mempertimbangkan transformasi besar dalam subsidi LPG 3 kg, dengan mengarahkannya ke gasifikasi batu bara atau Dimethyl Ether (DME).

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menggagas perubahan ini sebagai langkah strategis.

Tujuannya adalah menyehatkan keuangan negara sekaligus mendorong inovasi di sektor energi.

Sekretaris Bidang Kebijakan Ekonomi DPP Partai Golkar, Abdul Rahman Farisi, menilai gagasan ini sebagai terobosan cerdas.

“Ini merupakan transformasi kedua dalam subsidi yang dilakukan pemerintah,” kata Farisi, Sabtu (23/11).

Ia mencontohkan transformasi pertama terjadi di era Presiden SBY-JK dari minyak tanah ke gas.

DME sendiri merupakan senyawa gas yang pembakarannya lebih cepat dan efisien dibandingkan LPG konvensional.

Farisi menjelaskan, transformasi ini bertujuan menyelamatkan keuangan negara dari beban subsidi yang terus membengkak.

Data Kementerian Keuangan menunjukkan, anggaran subsidi LPG 3 kg melonjak dari Rp32,8 triliun pada 2020 menjadi Rp100,4 triliun pada 2022.

Meskipun sempat turun menjadi Rp74,3 triliun pada 2023, proyeksi untuk 2025 masih tinggi, yaitu Rp68,7 triliun.

Farisi mengapresiasi upaya Menteri Bahlil mencari alternatif pengganti subsidi LPG melalui pemanfaatan teknologi baru.

“Inovasi DME mengganti LPG adalah bukti nyata bahwa pemerintah mampu menghadirkan kebijakan visioner,” tegasnya.

Ia berharap langkah ini menjadi contoh bagi seluruh pemimpin politik untuk berani keluar dari pola lama yang stagnan.