Jakarta – PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk (ISSP) membidik dana segar senilai Rp 600 miliar melalui penerbitan obligasi dan sukuk ijarah berkelanjutan III tahap I tahun 2026. Masing-masing instrumen tersebut memiliki target perolehan dana sebesar Rp 300 miliar.
Perusahaan menawarkan obligasi dan sukuk ijarah dalam tiga seri, yakni seri A, seri B, dan seri C dengan tenor masing-masing 367 hari, tiga tahun, dan lima tahun. Hingga saat ini, manajemen ISSP belum menetapkan besaran jumlah pokok maupun tingkat bunga serta imbalan bagi para investor.
Seluruh dana yang terkumpul dari hasil penawaran umum ini akan dialokasikan untuk memperkuat modal kerja perusahaan. Rincian penggunaannya mencakup 80% untuk pembelian bahan baku hot rolled carbon steel coils dan 20% sisanya untuk cold rolled carbon steel coils.
Pembayaran bunga obligasi maupun cicilan imbalan ijarah akan dilakukan secara triwulanan. Pembayaran pertama dijadwalkan pada 12 September 2026. Sementara itu, pelunasan pokok obligasi dan sisa imbalan sukuk ijarah akan dibayarkan secara penuh pada saat jatuh tempo atau secara bullet payment.
Berdasarkan jadwal emisi, tanggal efektif ditetapkan pada 4 Juni 2026, diikuti dengan masa penawaran umum pada 8-9 Juni 2026. Proses penjatahan dilakukan pada 10 Juni 2026, sedangkan distribusi secara elektronik dijadwalkan pada 12 Juni 2026. Pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) rencananya dilakukan pada 15 Juni 2026.
Penerbitan surat utang ini melibatkan PT Indo Premier Sekuritas, PT BCA Sekuritas, dan PT BRI Danareksa Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi dan penjamin emisi. Adapun PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) ditunjuk sebagai wali amanat dalam aksi korporasi tersebut.







