Berita

SpaceX Bangun Proyek Starmind dengan Satu Juta Satelit AI di Orbit

12
×

SpaceX Bangun Proyek Starmind dengan Satu Juta Satelit AI di Orbit

Sebarkan artikel ini
spacex-bakal-punya-‘bintang’-baru-bernama-starmind
spacex bakal punya ‘bintang’ baru bernama starmind

Jakarta – SpaceX, perusahaan antariksa milik Elon Musk, dikabarkan tengah merancang proyek berskala masif untuk membangun jaringan satelit kecerdasan buatan (AI) yang akan mengorbit Bumi. Proyek yang diberi nama ‘Starmind’ ini direncanakan melibatkan hingga 1 juta unit satelit yang nantinya berfungsi sebagai pusat data berbasis AI di luar angkasa.

Mega konstelasi ini merupakan jaringan satelit buatan, bukan objek astronomi alami. Starmind disebut-sebut sebagai inisiatif paling ambisius dari SpaceX hingga saat ini, dengan skala ukuran yang diprediksi mencapai 100 kali lipat lebih besar dibanding konstelasi satelit Starlink yang telah beroperasi.

Nama ‘Starmind’ sendiri dipilih sebagai kelanjutan dari tradisi penamaan proyek SpaceX yang konsisten menggunakan awalan “Star”. Sebelumnya, perusahaan ini telah meluncurkan berbagai proyek dengan prefiks serupa, seperti Starship, Starbase, Starlink, Starshield, hingga Starfall.

Menurut Elon Musk, satelit-satelit dalam jaringan Starmind nantinya akan dioperasikan sebagai pusat data orbital. Sistem ini akan memanfaatkan ketersediaan energi matahari secara nyaris terus-menerus di luar angkasa.

Ia meyakini bahwa langkah ini mampu mengubah kapabilitas pengembangan komputasi secara signifikan. Apalagi, proyek ini menawarkan efisiensi tinggi dengan biaya operasional serta pemeliharaan yang relatif rendah.

“Dengan memanfaatkan tenaga surya yang hampir konstan secara langsung dengan sedikit biaya operasi atau pemeliharaan, satelit-satelit ini akan mengubah kemampuan kita untuk menskalakan komputasi,” ungkap Musk pada Februari lalu.

Lebih lanjut, Musk memandang inisiatif ini sebagai langkah awal bagi manusia menuju peradaban Tingkat II Kardashev. Konsep teoretis tersebut merujuk pada peradaban yang memiliki kemampuan untuk memanfaatkan seluruh energi dari bintangnya.

Perubahan gaya penamaan proyek ini sekaligus menunjukkan pergeseran tren inovasi di SpaceX. Tema “Star” kini tampak menggantikan konvensi penamaan lama yang digunakan perusahaan pada awal pendiriannya.

Dahulu, SpaceX menggunakan inspirasi dari semesta “Star Wars” untuk lini roketnya, yaitu “Falcon”. Perusahaan juga sempat menamai mesin-mesin produksinya dengan nama burung pemangsa, seperti “Merlin” dan “Kestrel”.

Kendati demikian, tradisi lama tersebut tidak sepenuhnya ditinggalkan. Ia menambahkan, mesin generasi terbaru yang menjadi penggerak utama Starship saat ini masih menggunakan nama “Raptor”.