Berita

SMK Go Global: Pemerintah Kirim Ribuan Pekerja ke Luar Negeri

109
×

SMK Go Global: Pemerintah Kirim Ribuan Pekerja ke Luar Negeri

Sebarkan artikel ini
prabowo-dorong-desa-jadi-mesin-ekonomi,-anak-muda-jadi-pemain-kunci
prabowo dorong desa jadi mesin ekonomi, anak muda jadi pemain kunci

Jakarta – Pemerintah membuka ribuan peluang kerja di luar negeri bagi lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) melalui program SMK Go Global dan Jakarta Job Festival 2025. Langkah ini menjadi bagian dari upaya menekan angka pengangguran dan pemerataan ekonomi.

Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, menyatakan pemerintah akan mengirim 500 lulusan SMK sebagai proyek percontohan dengan anggaran awal Rp 2,6 miliar.

“Program akhir tahun 2025 dan tahun 2026 ini kita menempatkan lulusan SMK dan SMA yang berminat dengan keterampilan khusus, baik itu pengelasan, perhotelan, perawatan, dan lain-lain untuk bisa bekerja lebih baik dengan gaji yang bagus di luar negeri,” kata Muhaimin.

Kementerian P2MI menyiapkan 7.600 formasi kerja di luar negeri melalui kerjasama dengan 20 perusahaan penempatan pekerja migran. Selain itu, tersedia 12.000 lowongan domestik dari 70 perusahaan nasional.

Wakil Menteri P2MI, Christina Aryani, menegaskan partisipasi kementeriannya dalam festival ini adalah langkah nyata memperluas akses kerja luar negeri secara resmi.

Muhaimin mengungkapkan, program ini dilatarbelakangi oleh tingginya angka pengangguran lulusan SMK yang mencapai 1,5-1,6 juta orang.

Menteri P2MI, Mukhtarudin, menyatakan kementeriannya siap mengeksekusi penempatan ini dengan merinci kompetensi dan memetakan negara-negara penempatan beserta sektor-sektor pekerjaannya.

Selain fokus pada penempatan tenaga kerja di luar negeri, pemerintah juga terus memperkuat ekonomi desa.

Menteri Desa, Yandri Susanto, mengajak generasi muda untuk terlibat langsung dalam pembangunan desa.

“Peluang ada di desa. Kita bisa buat desa ayam petelur, desa melon, desa semangka, dan lain-lain. Jangan sampai peluang ini diambil orang lain, hanya karena kita tidak bergerak,” kata Yandri.

Yandri menekankan pentingnya peran desa dalam memenuhi kebutuhan nasional dan menegaskan bahwa pembangunan desa adalah poin ke-6 dalam Astacita Presiden Prabowo.

“Desa bukan lagi wilayah tertinggal. Desa adalah pusat pertumbuhan ekonomi baru yang menopang pembangunan nasional,” ujarnya.