Berita

Siswa SDN 10 Linge Aceh Tengah Akhirnya Tinggalkan Tenda ke Kelas Baru

16
×

Siswa SDN 10 Linge Aceh Tengah Akhirnya Tinggalkan Tenda ke Kelas Baru

Sebarkan artikel ini

ACEH TENGAH – Puluhan siswa SDN 10 Linge akhirnya keluar dari tenda darurat setelah empat unit ruang kelas baru di Desa Jamat, Kecamatan Linge, resmi dioperasikan pada Senin (20/7/2026).

Fasilitas pendidikan ini diresmikan melalui prosesi tepung tawar sebagai wujud syukur atas dimulainya fase pemulihan kegiatan belajar mengajar.

Aktivitas akademik di sekolah tersebut sempat lumpuh total akibat terjangan banjir bandang yang melanda wilayah itu pada akhir 2025.

Selama masa transisi, para siswa terpaksa mengikuti kegiatan belajar di bawah tenda yang tersebar di dua titik, yakni Desa Reje Payung dan Desa Jamat.

Kepala SDN 10 Linge, Nurdin, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemangku kepentingan yang telah berupaya memulihkan sarana pendidikan pascabencana.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Kemendikdasmen, MDMC Muhammadiyah, Dinas Pendidikan Aceh, dan instansi terkait atas kontribusinya,” ujar Nurdin, Selasa (21/7/2026).

Meski baru empat unit yang terealisasi, Nurdin menyebut kehadiran gedung tersebut jauh lebih kondusif dibandingkan kondisi sebelumnya.

Pihak sekolah sebelumnya telah mengusulkan pembangunan total 11 ruang kelas darurat guna menampung siswa dari dua lokasi tenda berbeda.

Saat ini, sebagian siswa di lokasi Tenda 02 masih harus bertahan di bawah tenda sambil menunggu pembangunan fasilitas serupa selesai dikerjakan.

Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera kini tengah mengintensifkan koordinasi lintas sektor.

Langkah ini diambil untuk mempercepat pembangunan ruang kelas bagi siswa yang masih terpapar panas terik di lokasi Tenda 02.

Pemerintah berkomitmen melakukan penanganan secara terukur guna menjamin kenyamanan serta keamanan siswa selama masa pemulihan berlangsung.