Ecozone

Siloam Hospitals Catat Kinerja Positif, Saham Jadi Rekomendasi

97
×

Siloam Hospitals Catat Kinerja Positif, Saham Jadi Rekomendasi

Sebarkan artikel ini
ff3203afb2f4317e52cb8138c0872ab2.jpg
ff3203afb2f4317e52cb8138c0872ab2.jpg

Jakarta – PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO) membukukan kinerja keuangan yang cemerlang pada semester I 2025. Emiten rumah sakit ini berhasil meraup laba bersih sebesar Rp 476,41 miliar, melesat 41,62% secara tahunan (YoY).

Capaian laba bersih tersebut melonjak signifikan dari Rp 336,38 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Sejalan dengan itu, pendapatan SILO juga naik tipis 1,46% YoY menjadi Rp 6,10 triliun dari sebelumnya Rp 6,01 triliun. EBITDA perseroan turut tumbuh 20,9% dari Rp 1,08 triliun menjadi Rp 1,31 triliun.

Peningkatan pendapatan tersebut disumbang oleh melonjaknya penerimaan dari segmen rawat jalan, yang naik dari Rp 2,61 triliun menjadi Rp 2,84 triliun. Namun, pendapatan dari segmen rawat inap terpantau menurun dari Rp 3,39 triliun per Juni 2024 menjadi Rp 3,25 triliun.

Presiden Direktur SILO, David Utama, menjelaskan bahwa raihan kinerja positif ini mampu mengimbangi siklus pelemahan pendapatan akibat adanya libur sekolah dan absennya pola penyakit musiman. Intensitas pendapatan SILO juga terus meningkat dengan Average Revenue Per Operating Bed (ARPOB) dan Average Revenue Per Patient Day (ARPD) masing-masing naik 8% dan 3% YoY.

“Meskipun kinerja semester pertama dipengaruhi oleh faktor musiman dan manajemen risiko yang hati-hati, kami yakin kinerja akan kembali normal pada semester kedua,” jelas David dalam keterangan resmi, Selasa (19/8/2025). Ia menambahkan, hal ini didukung oleh disiplin biaya, eksekusi kuat atas transformasi Next Gen Siloam (NGS), serta peningkatan kualitas layanan.

Sebagai informasi, NGS merupakan strategi lima tahunan SILO yang dimulai sejak 2024. Strategi ini berfokus pada peningkatan jumlah dan jam praktik dokter (dari paruh waktu menjadi penuh waktu), optimalisasi penggunaan alat medis, pembaruan fasilitas, serta perluasan jumlah tempat tidur.

Per Juni 2025, jumlah tempat tidur operasional SILO mencapai 4.246 unit dengan tingkat okupansi 62,5%. Kunjungan rawat jalan juga tercatat stabil di atas 2,08 juta.

Sepanjang semester I 2025, SILO meluncurkan alat bedah robotik Da Vinci Xi di Rumah Sakit Siloam Kebon Jeruk dan sukses melakukan 11 prosedur, melampaui target awal 8 prosedur. Di periode yang sama, perseroan juga meluncurkan program proctorship dan menyelenggarakan Digestive Summit ke-2 yang menghadirkan pakar internasional dan menampilkan kemajuan terbaru dalam endoskopi minimal invasif serta bedah robotik.

Ke depan, SILO tengah mempersiapkan pembukaan New Gubeng di Surabaya yang direncanakan beroperasi pada September mendatang. Rumah sakit ini berukuran dua kali lipat dari bangunan sebelumnya, didukung 200 dokter spesialis, dan teknologi mutakhir seperti layanan Robotic Knee Surgery.

“Dengan semakin kuatnya inisiatif strategis ini, Siloam berada pada posisi yang tepat untuk menghadirkan pengalaman dan layanan pasien yang lebih baik, sekaligus mendorong pertumbuhan melalui ekspansi organik maupun peluang M&A strategis,” pungkas David.

Kinerja SILO pada semester I 2025 dinilai cukup solid. Meskipun volume pasien menurun, terutama rawat inap, kenaikan pendapatan dari rawat jalan dan layanan non-spesialis mampu menutup pelemahan tersebut. Secara keseluruhan, kinerja tetap stabil, meskipun secara kuartalan laba bersih terlihat menurun.

Ekky Topan, Investment Analyst Infovesta Kapital Advisori, memproyeksikan, kinerja SILO masih berpotensi kuat dengan pertumbuhan yang lebih moderat, selama strategi efisiensi bisa terjaga, capex dimaksimalkan, dan ekuitasnya terus menanjak. Tantangan utama akan datang dari tren penurunan volume pasien, tekanan biaya medis akibat inflasi, dan kompetisi yang semakin ketat di sektor kesehatan. Namun, kemampuan SILO beradaptasi lewat inovasi layanan dan efisiensi memberi peluang kinerja tetap positif.

Dengan demikian, Ekky merekomendasikan overweight atau akumulasi saham SILO dengan target harga di kisaran Rp 2.700–Rp 2.900.

Sementara itu, secara teknikal, Analis Herditya Wicaksana menilai pergerakan saham SILO masih cenderung downtrend dan telah menembus garis MA60, namun koreksinya tertahan oleh garis MA20. Indikator MACD relatif melandai di area positif dengan garis Stochastic yang cenderung mengarah pada koreksi.

Dengan begitu, Herditya menyarankan investor untuk wait and see saham SILO dengan support Rp 2.120 dan resistance Rp 2.280.