Ecozone

Semen Indonesia Bagikan Dividen Rp 190,84 Miliar dari Laba Bersih

78
×

Semen Indonesia Bagikan Dividen Rp 190,84 Miliar dari Laba Bersih

Sebarkan artikel ini
842a163747c9af4404aa2a176596a65a.jpg
842a163747c9af4404aa2a176596a65a.jpg

Jakarta – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) memutuskan untuk membagikan seluruh laba bersih tahun buku 2025 kepada pemegang saham sebagai dividen tunai. Total nilai dividen yang dibagikan mencapai Rp 190,85 miliar.

Keputusan ini disahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang berlangsung di Jakarta, Jumat (8/5/2026). Kebijakan pembagian dividen ini menjadi langkah strategis perusahaan dalam memberikan nilai tambah bagi para investor di tengah upaya pemulihan kinerja.

Corporate Secretary Semen Indonesia, Vita Mahreyni, menjelaskan bahwa pembagian dividen tersebut mencerminkan komitmen perusahaan untuk menjaga kepercayaan pemegang saham setelah berhasil melewati periode sulit pada paruh kedua tahun 2025.

“Semen Indonesia terus berupaya menjaga momentum pertumbuhan agar kinerja positif tetap berkelanjutan dan memberikan nilai tambah nyata bagi pemegang saham,” ujar Vita dalam keterangan resminya.

Keberhasilan SMGR membalikkan tren kinerja tidak terlepas dari penerapan strategi transformasi yang intensif sejak akhir 2025. Dampak positif strategi tersebut terlihat nyata pada kuartal I-2026, di mana volume penjualan perseroan naik 1,7 persen secara tahunan (yoy) menjadi 8,71 juta ton, dengan pendapatan mencapai Rp 8,29 triliun atau tumbuh 8,3 persen yoy.

Memasuki tahun 2026, SMGR optimistis industri semen nasional akan semakin stabil. Perusahaan memproyeksikan permintaan domestik tumbuh moderat di kisaran 1 hingga 2 persen, yang didorong oleh perbaikan daya beli masyarakat serta berlanjutnya berbagai proyek infrastruktur pemerintah.

Selain memacu pasar domestik, SMGR kini membidik pasar internasional sebagai mesin pertumbuhan baru. Perusahaan melalui anak usahanya, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SMCB), bekerja sama dengan Taiheiyo Cement Corporation dalam pengembangan dermaga dan fasilitas produksi ekspor di Tuban, Jawa Timur. Fasilitas yang ditargetkan beroperasi pertengahan 2026 ini diproyeksikan mampu mendongkrak margin keuntungan perusahaan di tengah ketatnya persaingan pasar lokal.

Agenda RUPST kali ini juga menyetujui sejumlah poin penting lainnya, di antaranya pengesahan Laporan Tahunan 2025, penetapan remunerasi Direksi dan Dewan Komisaris, serta penunjukan kantor akuntan publik untuk audit keuangan tahun buku 2026. Para pemegang saham juga memberikan mandat kepada Dewan Komisaris untuk menyetujui Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) periode 2026-2030 serta Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2027.