Berita

Sembunyikan Narkoba di Mobil Jadi Tren, Polisi Tingkatkan Pengawasan

141
×

Sembunyikan Narkoba di Mobil Jadi Tren, Polisi Tingkatkan Pengawasan

Sebarkan artikel ini
057be4c9bcbb711db7cd3bc9fb1b3a79.jpg
057be4c9bcbb711db7cd3bc9fb1b3a79.jpg

Jakarta – Polda Metro Jaya membongkar ribuan kasus narkoba dalam tiga bulan terakhir. Sebanyak 2.054 tersangka, termasuk belasan anak-anak, berhasil diamankan.

Modus operandi yang sering digunakan para pelaku adalah menyembunyikan narkotika di dalam kompartemen mobil. Hal ini diungkapkan Wakil Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Dedy Anung, dalam konferensi pers, Senin (22/12/2025).

Sebagian besar narkotika tersebut masuk ke Jakarta melalui jalur darat, dibawa dari Sumatera sebelum kemudian diedarkan di wilayah Jakarta dan sekitarnya melalui jalur laut.

Polisi kini tengah memburu para bandar besar yang memasok narkotika. “Ada beberapa dari mereka yang kami kejar ke luar daerah seperti Aceh, Pekanbaru, dan Medan,” ujar Dedy.

Penyidik menduga jaringan peredaran narkoba ini melibatkan sindikat internasional. “Seperti dari perkara yang menonjol itu barang diambil dari Pekanbaru, tetapi produsennya bisa jadi dari Malaysia atau mungkin Cina atau dari negara yang lain,” jelasnya.

Dari penangkapan tersebut, polisi menyita barang bukti narkotika senilai total Rp 125,65 miliar. Barang bukti tersebut meliputi 60,3 kilogram sabu, 95 kilogram ganja, 32.800 butir ekstasi, 782.160 butir obat keras, dan berbagai jenis narkotika lainnya.

Dari ribuan tersangka yang ditangkap, 1.870 di antaranya laki-laki, 184 perempuan, dan 15 anak-anak. Mereka berperan sebagai kurir dan pecandu narkotika.