Padang – Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Barat Arry Yuswandi menegaskan sumpah dan janji aparatur sipil negara saat diangkat menjadi pegawai negeri sipil bukan sekadar formalitas administratif, melainkan komitmen moral dan spiritual dalam menjalankan amanah sebagai pelayan publik.
Penegasan itu disampaikan Arry saat memimpin pengambilan sumpah dan janji 27 PNS di lingkungan Sekretariat Daerah Provinsi Sumbar di Aula Kantor Gubernur Sumbar, Rabu (6/5/2026).
Ia mengatakan, sumpah yang diucapkan para PNS merupakan janji suci kepada Tuhan Yang Maha Esa, bangsa, dan negara.
“Sumpah yang Saudara ucapkan hari ini bukan hanya rangkaian kata-kata seremonial. Ini adalah janji suci kepada Tuhan Yang Maha Esa, kepada bangsa, dan kepada negara. Apa yang diucapkan akan menjadi tanggung jawab baik di dunia maupun di akhirat,” kata Arry.
Menurut Arry, pengambilan sumpah menjadi bagian dari proses pembentukan integritas ASN.
Kegiatan itu juga sejalan dengan Keputusan Gubernur Sumbar tentang pengangkatan CPNS menjadi PNS serta Peraturan Badan Kepegawaian Negara Nomor 14 Tahun 2018 tentang Petunjuk Teknis Pengadaan PNS.
Ia mengingatkan agar keberadaan ASN benar-benar memberi dampak nyata bagi masyarakat.
Arry meminta jajaran Sekretariat Daerah tidak bekerja sekadar menggugurkan kewajiban, tetapi menghadirkan kualitas layanan publik yang prima.
Selain itu, ia menekankan pentingnya penerapan Core Values ASN BerAKHLAK sebagai fondasi budaya kerja birokrasi.
Nilai itu mencakup berorientasi pelayanan, akuntabel, kompeten, harmonis, loyal, adaptif, dan kolaboratif yang harus tercermin dalam perilaku kerja sehari-hari.
“Saya minta seluruh pegawai di lingkup Sekretariat Daerah harus menjadi contoh tentang bagaimana aparatur yang melayani, bekerja dengan hati, dan bertindak profesional dalam pelaksanaan tugasnya sehari-hari,” ujar Arry.
Kegiatan itu turut dihadiri Kepala Badan Kepegawaian Daerah Sumbar Fitriyati, Kepala Biro Administrasi Pimpinan Nolly Eka Mardianto, Kepala Biro Pemerintahan Ezeddin Zein, Kepala Biro Administrasi Pembangunan Ria Wijayanty, serta Kepala Biro Organisasi Dina Febriyanti.













