Aceh Tamiang – Ketua Satgas PRR Sumatra, Muhammad Tito Karnavian, meninjau Desa Sekumur, Aceh Tamiang, Sabtu (4/4).
Kunjungan ini bertujuan melihat kondisi pascabencana dan berdialog dengan warga.
Warga mengeluhkan akses air bersih dan tempat tinggal layak pasca bencana November lalu.
Mijah, warga setempat, memohon pembuatan sumur bor karena sumber air yang rusak.
“Pak, tolong secepatnya dibuatkan sumur bor. Air bersih sulit sekali. Rumah kami juga banyak yang hilang,” ujarnya.
Deri, warga lain, berharap sanitasi memadai segera disediakan.
Ia juga menyoroti jalan desa yang rusak dan ekonomi yang belum pulih.
Warga Desa Sekumur sempat ragu pemerintah pusat akan datang karena akses desa yang sulit.
Kehadiran Satgas PRR dianggap kesempatan menyampaikan aspirasi.
Warga mengusulkan pembangunan Huntap komunal karena lokasi lama rawan banjir.
Aspirasi Huntap dan sumur bor langsung direspon Satgas.
“Saya langsung sampaikan ke Bapak Mendagri apa yang kami rasakan dan butuhkan soal air bersih dan huntap,” kata Mijah.
Tito Karnavian memastikan rehabilitasi dan rekonstruksi merata hingga pelosok.
Ia menegaskan jarak desa dari pusat pemerintahan tidak boleh menghambat bantuan.
Satgas telah menyerap kebutuhan warga, terutama air bersih dan relokasi hunian aman.













