Jakarta – Nama Sarwendah kembali menjadi sorotan publik di tengah polemik perceraiannya dengan Ruben Onsu. Perjalanan hidup serta aktivitas ibu tiga anak tersebut kini ramai diperbincangkan oleh warganet di media sosial.
Di tengah perhatian tersebut, publik menyoroti sumber penghasilan Sarwendah saat ini. Ia diketahui masih aktif menjalankan bisnis melalui siaran langsung di berbagai platform digital.
Sarwendah bahkan pernah mengungkapkan bahwa kegiatan live streaming yang ia lakukan mampu menghasilkan omzet mencapai ratusan juta rupiah dalam sekali siaran. Keberhasilan tersebut menjadi bukti kemampuannya dalam beradaptasi dengan perkembangan industri digital.
Namun, jauh sebelum dikenal sebagai figur publik dan pebisnis sukses, Sarwendah memiliki latar belakang karier yang jauh dari dunia hiburan. Ia pernah bekerja sebagai guru sekaligus penerjemah bahasa Mandarin.
Kemampuan bahasa Mandarin yang dimilikinya membuat Sarwendah sempat fokus meniti karier sebagai pengajar dan penerjemah. Kala itu, dunia hiburan bukanlah tujuan utama dalam perjalanan hidupnya.
“Aku sekolah di luar (negeri). SMP di Malaysia, SMA di Taiwan, kuliah di Beijing. Makanya kenapa aku jadi guru Mandarin dan translator Mandarin,” ujar Sarwendah, Selasa 9 Juni 2026.
Perubahan besar dalam hidupnya terjadi secara tidak terduga. Saat itu, ia hanya berniat menemani rekannya mengikuti audisi grup vokal wanita, namun justru Sarwendah yang menarik perhatian tim pencari bakat.
Kesempatan tersebut menjadi titik awal yang mengantarkannya terjun ke industri hiburan Tanah Air. Pada akhir 2010, Sarwendah mengikuti proses seleksi anggota Cherrybelle yang diikuti ratusan peserta dari berbagai daerah.
Setelah melalui serangkaian tahapan audisi yang ketat, ia berhasil lolos dan menjadi anggota grup yang kemudian meraih popularitas besar di Indonesia. Saat resmi diperkenalkan sebagai anggota Cherrybelle pada Februari 2011, Sarwendah langsung mencuri perhatian penggemar.
Dengan ciri khas pita merah yang sering ia kenakan, ia mendapat julukan “Ratu ChiBi Pita Merah”. Popularitas grup yang terus menanjak membuat namanya semakin dikenal luas oleh masyarakat.
Meski demikian, perjalanan Sarwendah bersama Cherrybelle tidak berlangsung selamanya. Pada April 2012, ia harus mengakhiri kebersamaannya dengan grup tersebut karena dianggap sudah tidak sesuai dengan konsep remaja yang diusung saat itu.







