Kudus – Puluhan siswa SMA 2 Kudus, Jawa Tengah, dilarikan ke rumah sakit. Mereka diduga mengalami keracunan usai menyantap program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Gejala yang dialami siswa antara lain mual, muntah, dan pusing.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Kudus, Mustiko Wibowo, menyebutkan ada 34 siswa dirawat di enam rumah sakit, Jumat (30/1/2026).
Berikut daftar rumah sakit yang merawat siswa: RSUD Loekmono Hadi Kudus, RS Mardi Rahayu, RS Kartika, RS Kumala Siwi, RS Islam, dan RS Aisyiyah.
Mustiko memperkirakan sebagian siswa sudah diperbolehkan pulang. Data terbaru akan segera diumumkan.
Direktur Rumah Sakit Islam (RSI) Sunan Kudus, Ahmad Syaifuddin, membenarkan pihaknya merawat lima siswa SMA 2 Kudus.
Awalnya, ada 16 siswa yang datang pada Kamis (29/1/2026). Setelah diobservasi, lima siswa harus dirawat inap.
“Hari ini, kondisi kelima pasien tersebut sudah membaik. Mudah-mudahan hari ini sudah bisa pulang,” kata Ahmad.
Direktur RSUD Loekmono Hadi Kudus, Abdul Hakam, mengatakan ada 18 siswa SMA 2 Kudus yang dirawat inap. Namun, tiga pasien meminta pulang.
RS Mardi Rahayu Kudus juga mencatat ada dua pasien dugaan keracunan MBG yang dirawat inap.
Dinas Kesehatan Kudus mencatat, hingga Kamis (29/1/2026) sore, total ada 118 siswa, guru, dan tenaga kependidikan SMA 2 Kudus yang dirawat di tujuh rumah sakit.
Sebelumnya, Menteri PPN/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, menyebut program Makan Bergizi Gratis (MBG) lebih mendesak dibanding membuka lapangan kerja.













