Berita

Eks Sekjen Pordasi DKI Dibunuh di Bantul, Polisi Tangkap Pelaku

201
×

Eks Sekjen Pordasi DKI Dibunuh di Bantul, Polisi Tangkap Pelaku

Sebarkan artikel ini
eks-sekjen-pordasi-dki-tewas-di-gumuk-pasir-bantul,-2-orang-ditangkap
eks sekjen pordasi dki tewas di gumuk pasir bantul, 2 orang ditangkap

Yogyakarta – Mayat tanpa identitas ditemukan di Gumuk Pasir, Parangtritis, Bantul. Polisi menduga korban adalah korban pembunuhan. Dua terduga pelaku sudah ditangkap.

Korban ditemukan pada Rabu (28/1) oleh seorang saksi yang sedang mencari rumput. Saksi kemudian melaporkan penemuan itu ke Polsek Kretek.

Saat ditemukan, posisi korban telentang dengan kaki menekuk dan tangan di dada. Matanya dalam keadaan terbuka.

Ciri-ciri korban: tinggi sekitar 160 cm, mengenakan celana pendek hitam, kaos dalam putih, dan kaos berkerah biru.

Hasil pemeriksaan medis menunjukkan adanya luka lebam di mata, luka di pelipis kanan, pangkal hidung, mulut kiri, telinga kiri dan kanan. Rahang kiri juga bengkak dan leher depan lebam.

“Meninggal dunia diperkirakan lebih dari dua jam (sejak ditemukan),” ujar Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto.

Identitas korban akhirnya terungkap sebagai Herlan Matrusdi (68), warga Pulo Gebang, Jakarta Timur. Ia adalah mantan Sekretaris Jenderal Pordasi DKI Jakarta.

Putra korban, Agi Irvan Majibi (40), memastikan identitas jenazah di RS Bhayangkara Yogyakarta.

“Foto, pakaian, dan ciri jasad yang ditemukan di Bantul itu adalah ayah saya,” kata Agi, Kamis (29/1).

Agi menuturkan bahwa ayahnya sudah 6-7 bulan tidak pulang ke rumah di Gunung Putri, Bogor.

Keluarga baru mengetahui kabar Herlan dari unggahan di grup Pordasi DKI Jakarta, Jumat (23/1). Unggahan itu menunjukkan foto Herlan dengan hidung tertutup kapas dan mata lebam.

Keluarga sempat menghubungi Herlan, tetapi hanya mendapat pesan suara yang menyatakan bahwa ia baik-baik saja.

“Pas ibu minta share location, bapak tidak mau memberikan. Katanya bahaya,” ungkap Agi.

Polisi telah menetapkan dua tersangka, RM (42) warga Boyolali dan FM (61) warga Jakarta Selatan.

Keduanya diduga melakukan pengeroyokan yang menyebabkan Herlan meninggal dunia.

“Terhadap tersangka sudah dilakukan penahanan di Polres Bantul,” pungkas Iptu Rita.