Jakarta – Ledakan bom mengguncang SMAN 72 Jakarta, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Polisi mengungkap fakta mengejutkan.
Pelaku, seorang siswa berinisial F, ternyata menyimpan luka batin akibat perlakuan di sekolah.
Motifnya adalah rasa sakit hati terhadap lingkungan sekolah. Pelaku mengaku kerap diejek sejak SMP karena lebih sering bergaul dengan teman perempuan.
Kondisi psikologis pelaku rapuh akibat tekanan ini. Ejekan terus-menerus menyerang penampilan dan kondisi pribadinya.
Pelaku membawa tujuh bom rakitan aktif. Ledakan terjadi di dua titik: area masjid sekolah dan bank sampah.
Serpihan plastik, kawah ledak, paku, potongan tas, dan komponen elektronik ditemukan di lokasi.
Bom di masjid diduga diledakkan menggunakan remot. CCTV merekam pelaku membawa benda mirip remot.
Pelaku merasa terasing dan dikucilkan teman-temannya.







