Jakarta – Peluang Miliano Jonathans untuk memperkuat tim nasional Indonesia pada Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia semakin terbuka lebar. Proses naturalisasi pemain berdarah Depok ini telah mencapai tahap penting, bahkan berpotensi membuat Miliano bergabung dalam dua laga FIFA Match Day awal bulan depan di Surabaya.
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, mengonfirmasi bahwa Presiden RI Prabowo Subianto telah menandatangani berkas naturalisasi Miliano Jonathans. Berkas tersebut hari ini sudah dikirimkan ke DPR.
“Bapak Prabowo Subianto sudah menandatangani dan hari ini sudah dikirimkan ke DPR. Mudah-mudahan ya minggu depan ada rapat bersama Komisi X dan XII,” kata Erick Thohir, Jumat (22/8/2025).
Erick berharap proses ini berjalan lancar agar Miliano dapat segera bergabung. Ia menargetkan Miliano sudah bisa ikut serta dalam uji coba timnas melawan Kuwait dan Lebanon pada bulan September di Surabaya.
Proses naturalisasi Miliano Jonathans ini juga mendapat dukungan dari Ketua DPR RI Puan Maharani dan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco.
Komitmen Miliano untuk Indonesia juga terlihat jelas. Media Belanda melaporkan bahwa penyerang FC Utrecht berusia 21 tahun itu menolak panggilan membela timnas junior Belanda (Jong Oranje) demi Indonesia.
Keputusan ini diambil setelah ia memulai proses naturalisasi untuk mendapatkan kewarganegaraan Indonesia, sekaligus menutup peluangnya bermain untuk tim nasional Belanda. Nama Miliano sebelumnya masuk dalam daftar sementara tim Jong Oranje, namun ia tak memenuhi panggilan tersebut.
Miliano Jonathans menunjukkan performa gemilang di Keuken Kampioen Divisie bersama Vitesse sebelum bergabung dengan FC Utrecht pada Januari 2025. Selama di Vitesse, ia mencetak sembilan gol dan memberikan empat assist dalam 16 pertandingan.
Performa apiknya menjadikannya salah satu talenta muda yang diminati banyak klub besar, termasuk FC Twente dan Anderlecht. Di FC Utrecht, Miliano diharapkan menambah kecepatan dan kreativitas di lini serang di bawah asuhan pelatih Ron Jans. Meski belum mencetak gol atau assist dalam tujuh penampilan di Eredivisie, ia dipandang sebagai pemain masa depan oleh klubnya.







