Ecozone

Rupiah Melemah Akibat Ancaman Perpanjangan Blokade Amerika Serikat Terhadap Iran

73
×

Rupiah Melemah Akibat Ancaman Perpanjangan Blokade Amerika Serikat Terhadap Iran

Sebarkan artikel ini
6ddc1e3bc93c7a14232889c3bb85169c.jpg
6ddc1e3bc93c7a14232889c3bb85169c.jpg

Jakarta – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah pada perdagangan Kamis (30/4/2026). Mata uang Garuda tercatat turun 20 poin atau 0,12 persen ke level Rp 17.346 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di posisi Rp 17.326.

Tren pelemahan rupiah ini sejalan dengan kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia yang juga tertekan ke level Rp 17.378 per dolar AS, dari sebelumnya Rp 17.324.

Pengamat ekonomi mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, menilai sentimen negatif pasar dipicu oleh rencana Presiden AS Donald Trump untuk melakukan blokade laut berkepanjangan terhadap Iran. Langkah ini memicu kekhawatiran global akan terganggunya pasokan minyak dunia melalui Selat Hormuz.

Sejak Iran memblokir jalur tersebut pada akhir Februari 2026, lalu lintas kapal dilaporkan melambat dan mengganggu sekitar 20 persen pasokan minyak global. Situasi ini diperburuk dengan belum adanya titik temu dalam perundingan nuklir antara AS dan Iran, meskipun gencatan senjata telah diperpanjang tanpa batas waktu.

Dalam upaya mengatasi krisis ini, Trump dikabarkan tengah menggalang koalisi internasional untuk membuka kembali jalur air tersebut. Namun, langkah ini menemui kendala karena minimnya dukungan dari sekutu utama AS serta ketegangan Trump dengan anggota NATO terkait bantuan militer di kawasan tersebut.

Di sisi lain, pasar juga merespons dinamika internal di Bank Sentral AS (The Fed). Ketua The Fed, Jerome Powell, menyatakan akan tetap menjabat sebagai gubernur hingga tekanan politik mereda. Powell menegaskan bahwa independensi lembaga tersebut sedang berada dalam risiko di tengah proses transisi kepemimpinan yang melibatkan Kevin Warsh.