Berita

Rupiah Bergerak: Data AS Melemah, Peluang Penguatan Terbatas Mengintai

123
×

Rupiah Bergerak: Data AS Melemah, Peluang Penguatan Terbatas Mengintai

Sebarkan artikel ini
rupiah-berpotensi-menguat-seiring-data-ekonomi-as-melemah
rupiah berpotensi menguat seiring data ekonomi as melemah

Jakarta – Nilai tukar rupiah dibuka melemah pada perdagangan Kamis (12/2/2026). Rupiah turun 25 poin atau 0,15 persen.

Posisi rupiah menjadi Rp 16.811 per dolar AS.

Sebelumnya, rupiah berada di level Rp 16.786 per dolar AS.

Analis Bank Woori Saudara, Rully Nova, memprediksi rupiah berpotensi menguat terbatas.

Hal ini seiring dengan data ekonomi AS yang lemah.

“Rupiah pada perdagangan hari ini diperkirakan melanjutkan penguatan meski masih terbatas di kisaran Rp 16.750-Rp 16.800, dipengaruhi oleh data ekonomi AS yang lemah yang memberikan sinyal bagi The Fed untuk pelonggaran moneter,” ujarnya.

AS mengumumkan data penjualan ritel Desember 2025 datar di 0,0 persen (mom).

Angka ini melambat dari November 2025 dan lebih rendah dari ekspektasi pasar sebesar 0,4 persen (mom).

Data ketenagakerjaan non-farm payrolls (NFP) AS sebesar 130 ribu pada Januari 2026.

Angka ini lebih tinggi dari proyeksi 70 ribu, namun lebih rendah dibandingkan pertumbuhan 181 ribu pada Desember 2025.

Total pertumbuhan pekerjaan nonpertanian untuk 2025 direvisi menurun menjadi 181 ribu dari 584 ribu.

Pelaku pasar juga menunggu rilis data inflasi AS.

Data ini diperkirakan sesuai prediksi dan tak banyak berubah dibandingkan periode sebelumnya, yakni 0,3 persen secara bulanan dan 2,7 persen year on year.

Sentimen domestik juga menjadi perhatian.

Pelaku pasar menyoroti fundamental ekonomi Indonesia dan ruang fiskal pemerintah.

“Perekonomian Indonesia banyak ditopang oleh belanja masyarakat, namun tren kenaikan inflasi ke depan akan terus berlanjut dan dapat menggerus daya beli masyarakat,” ungkap Lukman.