Jakarta – Kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang, menegaskan bahwa kliennya telah mengambil langkah hukum serius terkait hak asuh anak. Gugatan tersebut dijadwalkan akan segera didaftarkan ke pengadilan pada pekan depan, sebagai respons atas kendala yang dialami Ruben dalam menjalin komunikasi serta pertemuan dengan anak-anaknya.
Minola menjelaskan bahwa langkah ini merupakan upaya konkret untuk melindungi hak-hak Ruben sebagai orang tua. Ia menekankan bahwa kliennya memiliki keinginan kuat untuk tetap dapat berkumpul dan menghabiskan waktu bersama buah hatinya tanpa hambatan yang berarti.
Menurut Minola, rencana pengajuan gugatan ini akan dilakukan sebelum agenda pertemuan antara pihak Ruben Onsu dan pihak Sarwendah yang dijadwalkan berlangsung pada 11 Juli mendatang. Ia mengonfirmasi bahwa langkah hukum tersebut sengaja diambil lebih awal untuk memberikan kejelasan posisi hukum sebelum diskusi lebih lanjut dilakukan.
Melalui gugatan ini, pihak Ruben Onsu berharap agar hak asuh anak dapat diatur secara resmi dan permanen. Hal ini dianggap penting untuk menciptakan kepastian hukum sekaligus memastikan bahwa anak-anak tetap berada dalam lingkungan yang aman dan mendukung pertumbuhan serta perkembangan jiwa mereka.
Minola menambahkan bahwa fokus utama dari tindakan hukum ini adalah demi kepentingan terbaik anak. Pihaknya berupaya memastikan lingkungan tempat anak-anak bernaung merupakan tempat yang terpercaya bagi masa depan mereka.
Konflik antara Ruben Onsu dan Sarwendah sendiri diketahui telah melibatkan berbagai persoalan yang cukup kompleks. Selain permasalahan mengenai jadwal pertemuan dengan anak, hubungan keduanya juga tengah menyoroti isu terkait aset harta gono-gini.
Pihak Sarwendah sebelumnya telah melontarkan pernyataan mengenai kewajiban nafkah untuk kedua putrinya yang disebut tidak terpenuhi selama enam bulan terakhir. Selain itu, terdapat pula persoalan mengenai status rumah yang sempat dijadikan jaminan utang untuk operasional perusahaan milik Ruben Onsu.
Langkah hukum yang tengah disiapkan oleh tim kuasa hukum Ruben Onsu ini diharapkan dapat mengakhiri polemik mengenai jadwal pertemuan yang belakangan terus berulang. Dengan adanya ketetapan hukum dari pengadilan, diharapkan kedua belah pihak memiliki batasan yang jelas dalam menjalankan peran sebagai orang tua.
Sebagai informasi, Ruben Onsu dan Sarwendah telah resmi mengakhiri ikatan pernikahan mereka melalui putusan perceraian yang ditetapkan pada tanggal 24 September 2024. Sejak saat itu, berbagai perselisihan mengenai hak dan kewajiban pasca-perceraian terus menjadi perhatian publik di tengah proses transisi hubungan keduanya.
Saat ini, tim kuasa hukum Ruben Onsu tengah mematangkan seluruh kelengkapan dokumen dan persiapan administrasi yang diperlukan untuk keperluan persidangan. Hal ini dilakukan agar gugatan dapat diproses secara efisien oleh pengadilan begitu didaftarkan minggu depan.







